Skip to main content

Reportase...

Program buletin News Trans TV ini dalam beberapa hari terakhir ramai dibicarakan dimedia sosial oleh teman-teman yang saat ini masih di Trans TV maupun yang telah bergeser ke media lain yang masih dalam group Transmedia, pun mereka yang telah "lulus" dari tendean dan tengah bertualang di media lain atau tempat keren lainnya.
Ini bukan tanpa ada sebab. Reportase akan tayang terakhir pada Minggu 29 Mei 2016. Artinya, mulai Senin 30 Mei 2016, kita tak lagi dapat melihat tayangan Reportase di layar Trans TV. Namun untuk Bandung dan sekitarnya, juga Surabaya dan sekitarnya, masih bisa melihat Reportase siaran lokal khusus pagi hari, jam 04.15-05.00 wib pada Senin-Jum'at.
Saya merupakan salah satu dari sekian banyak orang yang pernah terlibat dalam Reportase. Mungkin lebih tepatnya belajar menjadi wartawan televisi dalam Reportase. Selain program Kriminal Trans TV tentunya.
Sebagai Reporter, Kameraman, Video Journalis (VJ/OMS), Production Assistant, hingga Koordinator Liputan, pernah saya rasakan selama menjadi tim Reportase. Oh iya termasuk Pulang Kampung. Menjadi pemangku programnya (produser) saja yang belum pernah. Mungkin karena sudah keburu ditugaskan ke TV7 kala itu.
Liputan pasca tsunami ke Meulaboh, Aceh hingga kerusuhan di Uncen Abepura Papua, merupakan secuil pengalaman saya bersama Reportase. Liputan ke Pulau Morotai merupakan liputan pamungkas saya bagi Reportase.
Betapa banyak kenangan dan ilmu yang saya dapat dari Reportase. Sayang masa itu hp blum menggunakan kamera. Kamera foto pun masih menggunakan film sehingga harus dicetak. Alhasil saya blum berhasil menemukan foto-foto pada masa itu. Kalo pun ada yang sudah menggunakan kamera digital, masih harus bongkar file-file di laptop.
Foto yang saya pasang itu adalah kaos Reportase yang tersisa dan masih saya simpan dan menjadi salah satu kaos favorit untuk dipakai tidur. Dulu, saya bahkan pernah memproduksi kaos dan jaket Reportase untuk dijual ke teman-teman, yang sampai sekarang kadang masih ada yang saya lihat memakainya. Atau paling tidak saya masih memakainya.
Meski dalam hitungan jam Reportase akan hilang dari hadapan pemirsa, namun segala cerita dibalik semua kenangan itu, tidak akan lekang oleh waktu. Dan paling tidak saya di Biro Bandung masih akan memiliki Reportase Jawa Barat, 45 menit sehari, lima kali sepekan.
Salam hormat bagi semua teman-teman dimanapun berada, yang telah atau pernah memiliki peran dalam Program yang pernah menjadi Buletin nomor satu di Indonesia ini.
Salam
Muh Asri Rasma
@daenkmar
"mantan anak reportase"

Comments

Popular posts from this blog

Antara Indonesian Idol dan ST 12

Kalo tidak salah, tahun 2008 ini merupakan tahun kelima pelaksanaan Indonesian Idol, yang ditayangkan di RCTI. Namun meski sudah lima kali, namun baru kali kelima ini saya tertarik untuk menyaksikannya. Alasannya mungkin karena ST 12, tapi mungkin juga bukan.

Tahun lalu, saya pernah mendengar dari Hp ponakan ada sebuah lagu, yang mirip dengan gaya lagu Peterpan, saya bahkan mengcopy lagu tersebut, yang ternyata milik group band yang juga berasal dari Bandung, ST 12. Lalu beberapa bulan belakangan, di program Selamat Pagi Trans7 yang saya produseri saat ini, lagu tersebut menjadi momok bagi Bima, seorang anggota tim kreative saya.

Saya dan beberapa teman, seperti Thomas, VJ tim Selamat Pagi, sering menggoda Bima, dengan memutar lagu tersebut, di Komputer saya. Belum lagi Susan, PA Selamat Pagi yang juga menggoda Bima dengan memutar lagu ST 12 menggunakan HP. Bahkan maret lalu, saat kami taping di Makassar, saya dan Susan tak hentinya menggoda Bima dengan lagu ST 12.

Awal april ini, perhel…

Haruskah Ku Melawan Dunia?

Bagaikan lirik sebuah lagu...
Kita adalah hati yang tertindas. Kitalah langkah yang berhenti berjalan. Kitalah mimpi yang tak terwujudkan....

Adalah kisah yang pernah terjadi diantara kita. Berawal dari belasan tahun lalu, kemudian redup kemudian mucul kembali, kemudian redup, muncul lagi, dan terakhir... terang tidak, redup tidak, mati pun tidak. Walau bisa jadi ini hanya terjadi di duniaku, tidak pada duniamu.

Apa yang aku telah lakukan belakangan, bagimu telah cukup bahkan lebih untuk menebus dosa-dosaku padamu dimasa lalu. Namun tetap saja itu tidak akan cukup mengembalikan semua pada posisi dimana dulu kita adalah yang paling segalanya. Sempat memang ada harap. Harap yang kusimpan cukup lama, namun tak pernah juga aku tawarkan, karena aku tau sekarang semua telah berubah dan berbeda.

Apakah layak orang yang pernah pergi, justru menunggu kembali? Sementara yang seharusnya dia tunggu tak lagi berjalan lurus mengarah padanya. Ia yang sangat ingin ditunggu olehku adalah hal yang tak …

Shalawat Tarhim Pengingat Masa Kecil

Tau Shalawat Tarhim?

Shalawat yang biasanya diperdengarkan sebelum adzan. Di Bandung ada beberapa masjid yang saya pernah dengar masih memperdengarkan shalawat ini, hingga sekarang.

Saat berkunjung ke kota-kota besar lainnya di Indonesia, seperti Padang, Medan, Palembang di Sumatera. Lalu Pontianak, Balikpapan di Kalimantan, Jogja dan kota-kota lainnya di Jawa, kota-kota lain di Indonesia Timur seperti Ternate, dan pastinya di kota-kota yang ada di Sulawasi Selatan, tak terkecuali Pinrang, masih banyak yang memutar shalawat ini sebelum memasuki waktu shalat.

Sekitar 10 kilometer arah utara kota Pinrang, adalah Leppangeng, sebuah desa yang tenang dan ramah, desa dimana saya berasal. Di desa inilah dulu semasa kecil kuping saya akrab dengan shalawat ini. Dari sebuah mushollah yang berjarak sekitar 50 meter dari rumah. Mushollah Nurul Yaqin. Saat ini telah berubah menjadi masjid, setelah diperluas dan ditingkat menjadi dua lantai.

Masa itu, sepulang sekolah setelah dhuhur dan makan siang, ka…

Its Me... Saat Liburan ke China Januari 2017

Its Me... Pada Hari Raya Idul Fitri 2017