Skip to main content

Perjalanan Panjang dari Surabaya

Perjalanan hari ini dari Surabaya ke Jakarta benar-benar luar biasa.

Dimulai dengan diundurnya dari penerbangan 14.30 ke 16.25 lalu delay. Setelah terbang sekitar 45 menit, Pilot umumkan Halim ditutup untuk VVIP. Kemungkinan besar karena A0001 mau bertolak ke KL bawa RI1. Setelah mutar-mutar di atas laut hampir satu jam, pesawat kembali mengarah ke HLP.

10 menit kemudian Pilot umumkan kita antri untuk mendarat. Di depan ada 2 pesawat yang akan landing dan di darat akan ada 2 pesawat yang akan take off. Pesawat mutar-mutar lagi di atas bekasi sekitar 15 menit. Setelah itu akhirnya mendarat sekitar 15 menit kemudian. Begitu udah landing, pesawat berhenti dijalur antara run way dan apron karena antri untuk parkir. Apron lagi penuh. Ini adalah proses taxi terlama yang pernah saya alami hehehe...

Jam 19.55 Pilot umumkan kita masih antri menunggu parkiran, dan di depan ada 2 pesawat yang juga lagi antri dan di belakang ada 3 pesawat. Jadi total ada 6 pesawat yang lagi antri. Bukan main dah. Ini adalah pengalaman pertama saya landing di Halim menggunakan pesawat komersil. Ternyata lebih padat dari Soetta.

Pas pesawat masih proses taxi saya ke toilet dan sempat ngobrol dengan pramugari sambil antri, katanya hal kayak gini mah sering. Karena banyak VIP dan VVIP.

Jadi total dari sejak boarding sampai turun pesawat menghabiskan waktu sampai 3 jam lebih. Kalah-kalah ini terbang dari Makassar hahaha...

Resiko emang begitu kalo landing di Halim. Kelebihannya adalah dari Halim ke Mampang deket. Gak akan selama perjalanan kalo dari Soetta.

salam
daenkmar
20112015-20.37

Comments

Popular posts from this blog

Antara Indonesian Idol dan ST 12

Kalo tidak salah, tahun 2008 ini merupakan tahun kelima pelaksanaan Indonesian Idol, yang ditayangkan di RCTI. Namun meski sudah lima kali, namun baru kali kelima ini saya tertarik untuk menyaksikannya. Alasannya mungkin karena ST 12, tapi mungkin juga bukan.

Tahun lalu, saya pernah mendengar dari Hp ponakan ada sebuah lagu, yang mirip dengan gaya lagu Peterpan, saya bahkan mengcopy lagu tersebut, yang ternyata milik group band yang juga berasal dari Bandung, ST 12. Lalu beberapa bulan belakangan, di program Selamat Pagi Trans7 yang saya produseri saat ini, lagu tersebut menjadi momok bagi Bima, seorang anggota tim kreative saya.

Saya dan beberapa teman, seperti Thomas, VJ tim Selamat Pagi, sering menggoda Bima, dengan memutar lagu tersebut, di Komputer saya. Belum lagi Susan, PA Selamat Pagi yang juga menggoda Bima dengan memutar lagu ST 12 menggunakan HP. Bahkan maret lalu, saat kami taping di Makassar, saya dan Susan tak hentinya menggoda Bima dengan lagu ST 12.

Awal april ini, perhel…

Haruskah Ku Melawan Dunia?

Bagaikan lirik sebuah lagu...
Kita adalah hati yang tertindas. Kitalah langkah yang berhenti berjalan. Kitalah mimpi yang tak terwujudkan....

Adalah kisah yang pernah terjadi diantara kita. Berawal dari belasan tahun lalu, kemudian redup kemudian mucul kembali, kemudian redup, muncul lagi, dan terakhir... terang tidak, redup tidak, mati pun tidak. Walau bisa jadi ini hanya terjadi di duniaku, tidak pada duniamu.

Apa yang aku telah lakukan belakangan, bagimu telah cukup bahkan lebih untuk menebus dosa-dosaku padamu dimasa lalu. Namun tetap saja itu tidak akan cukup mengembalikan semua pada posisi dimana dulu kita adalah yang paling segalanya. Sempat memang ada harap. Harap yang kusimpan cukup lama, namun tak pernah juga aku tawarkan, karena aku tau sekarang semua telah berubah dan berbeda.

Apakah layak orang yang pernah pergi, justru menunggu kembali? Sementara yang seharusnya dia tunggu tak lagi berjalan lurus mengarah padanya. Ia yang sangat ingin ditunggu olehku adalah hal yang tak …

Shalawat Tarhim Pengingat Masa Kecil

Tau Shalawat Tarhim?

Shalawat yang biasanya diperdengarkan sebelum adzan. Di Bandung ada beberapa masjid yang saya pernah dengar masih memperdengarkan shalawat ini, hingga sekarang.

Saat berkunjung ke kota-kota besar lainnya di Indonesia, seperti Padang, Medan, Palembang di Sumatera. Lalu Pontianak, Balikpapan di Kalimantan, Jogja dan kota-kota lainnya di Jawa, kota-kota lain di Indonesia Timur seperti Ternate, dan pastinya di kota-kota yang ada di Sulawasi Selatan, tak terkecuali Pinrang, masih banyak yang memutar shalawat ini sebelum memasuki waktu shalat.

Sekitar 10 kilometer arah utara kota Pinrang, adalah Leppangeng, sebuah desa yang tenang dan ramah, desa dimana saya berasal. Di desa inilah dulu semasa kecil kuping saya akrab dengan shalawat ini. Dari sebuah mushollah yang berjarak sekitar 50 meter dari rumah. Mushollah Nurul Yaqin. Saat ini telah berubah menjadi masjid, setelah diperluas dan ditingkat menjadi dua lantai.

Masa itu, sepulang sekolah setelah dhuhur dan makan siang, ka…

Its Me... Saat Liburan ke China Januari 2017

Its Me... Pada Hari Raya Idul Fitri 2017