Skip to main content

Menyelami Mimpi

Menyelami Mimpi

Dalam sepi aku diam. Terbayang mimpi-mimpi yang dulu muncul dari pikiranku. Pikiran dimana isi otakku belum sepelik sekarang. Mimpi-mimpi sederhana yang hanya dengan memikirkannya aku bisa tersenyum. Tersenyum senang seakan-akan baru saja menang lotere.

Salah satu dari sekian banyak mimpi-mimpiku itu adalah kamu. Iya kamu. Mimpi untuk bisa bersama kamu selamanya. Mimpi yang hingga saat ini, masa dimana telah lama berlalu sejak pertama kali aku impikan, masih belum bisa dan mungkin tak akan pernah terwujud jadi kenyataan.

Namun memang tak semua yang indah dalam mimpi, akan indah juga pada kenyataan, menurut banyak orang. Aku merasa mimpi ini memang cukup dinikmati dalam alam mimpi yang kita jalani bersama. Bagiku, mimpi yang dijalani bersama, apapun itu keadaannya, adalah kenyataan yang menyenangkan dan selalu dimpi-impikan oleh siapapun.

Masih ada yang tersisa dari mimpi masa lalu yang masih bertahan dan memang layak dipertahankan hingga saat ini, dan rasanya akan bertahan terus entah hingga kapan. Itulah cinta dan sayang. Mencintai dan menyayangimu adalah sebuah keindahan, dan aku senang memiliki dan merasakan semua itu terhadap kamu.

Biar saja mimpi ini tetap berjalan seperti ini, tetap indah saat dijalani, dan abadi dalam kenyataan sebuah mimpi. Aku tak pernah mengharapkan apa-apa dari proses menjalani mimpi indah ini. Aku hanya akan tetap dan terus menyelami lebih dalam mimpiku. Mimpi-mimpi kita. Hingga tiba pada suatu masa dimana aku tak mampu lagi bermimpi. Masa dimana mimpi itu sendiri tiada lagi mampu bermimpi.

Mimpi-mimpiku akan kamu, akan selalu abadi dalam pikiranku, dan tak akan terganggu apalagi tergantikan oleh mimpi-mimpi lain. Karena mimpiku menuntunku pada jalan dimana aku melaluinya dengan penuh rasa cinta dan sayang terhadapmu. Terhadap kamu wanita hebatku.

@daekmar

Comments

Popular posts from this blog

Antara Indonesian Idol dan ST 12

Kalo tidak salah, tahun 2008 ini merupakan tahun kelima pelaksanaan Indonesian Idol, yang ditayangkan di RCTI. Namun meski sudah lima kali, namun baru kali kelima ini saya tertarik untuk menyaksikannya. Alasannya mungkin karena ST 12, tapi mungkin juga bukan.

Tahun lalu, saya pernah mendengar dari Hp ponakan ada sebuah lagu, yang mirip dengan gaya lagu Peterpan, saya bahkan mengcopy lagu tersebut, yang ternyata milik group band yang juga berasal dari Bandung, ST 12. Lalu beberapa bulan belakangan, di program Selamat Pagi Trans7 yang saya produseri saat ini, lagu tersebut menjadi momok bagi Bima, seorang anggota tim kreative saya.

Saya dan beberapa teman, seperti Thomas, VJ tim Selamat Pagi, sering menggoda Bima, dengan memutar lagu tersebut, di Komputer saya. Belum lagi Susan, PA Selamat Pagi yang juga menggoda Bima dengan memutar lagu ST 12 menggunakan HP. Bahkan maret lalu, saat kami taping di Makassar, saya dan Susan tak hentinya menggoda Bima dengan lagu ST 12.

Awal april ini, perhel…

Haruskah Ku Melawan Dunia?

Bagaikan lirik sebuah lagu...
Kita adalah hati yang tertindas. Kitalah langkah yang berhenti berjalan. Kitalah mimpi yang tak terwujudkan....

Adalah kisah yang pernah terjadi diantara kita. Berawal dari belasan tahun lalu, kemudian redup kemudian mucul kembali, kemudian redup, muncul lagi, dan terakhir... terang tidak, redup tidak, mati pun tidak. Walau bisa jadi ini hanya terjadi di duniaku, tidak pada duniamu.

Apa yang aku telah lakukan belakangan, bagimu telah cukup bahkan lebih untuk menebus dosa-dosaku padamu dimasa lalu. Namun tetap saja itu tidak akan cukup mengembalikan semua pada posisi dimana dulu kita adalah yang paling segalanya. Sempat memang ada harap. Harap yang kusimpan cukup lama, namun tak pernah juga aku tawarkan, karena aku tau sekarang semua telah berubah dan berbeda.

Apakah layak orang yang pernah pergi, justru menunggu kembali? Sementara yang seharusnya dia tunggu tak lagi berjalan lurus mengarah padanya. Ia yang sangat ingin ditunggu olehku adalah hal yang tak …

Shalawat Tarhim Pengingat Masa Kecil

Tau Shalawat Tarhim?

Shalawat yang biasanya diperdengarkan sebelum adzan. Di Bandung ada beberapa masjid yang saya pernah dengar masih memperdengarkan shalawat ini, hingga sekarang.

Saat berkunjung ke kota-kota besar lainnya di Indonesia, seperti Padang, Medan, Palembang di Sumatera. Lalu Pontianak, Balikpapan di Kalimantan, Jogja dan kota-kota lainnya di Jawa, kota-kota lain di Indonesia Timur seperti Ternate, dan pastinya di kota-kota yang ada di Sulawasi Selatan, tak terkecuali Pinrang, masih banyak yang memutar shalawat ini sebelum memasuki waktu shalat.

Sekitar 10 kilometer arah utara kota Pinrang, adalah Leppangeng, sebuah desa yang tenang dan ramah, desa dimana saya berasal. Di desa inilah dulu semasa kecil kuping saya akrab dengan shalawat ini. Dari sebuah mushollah yang berjarak sekitar 50 meter dari rumah. Mushollah Nurul Yaqin. Saat ini telah berubah menjadi masjid, setelah diperluas dan ditingkat menjadi dua lantai.

Masa itu, sepulang sekolah setelah dhuhur dan makan siang, ka…

Its Me... Saat Liburan ke China Januari 2017

Its Me... Pada Hari Raya Idul Fitri 2017