Skip to main content

Menggantungkan Asa...

Ketika aku amat membutuhkanmu, namun aku hanya mampu terdiam. Diam dalam gejolak rasa meluap yang harus mampu aku bendung. Aku terlalu berharap banyak pada apa yang sudah seharusnya tak lagi diharapkan.

Kadang jika lupa, aku masih selalu melihat asa padamu. Aku masih sering berharap banyak padamu disaat bersamaan aku menyadari bahwa kamu bukan milikku, walau mungkin dulunya dicipta untukku.

Kesalahan demi kesalahan dimasa lalu hanya menyisakan sesal dan air mata dimasa kini. Dampak dari rasa yang masih tersisa. Andai waktu bisa diulang kembali. Kupastikan tak akan begini jadinya.

Mengharap akan segalanya bisa menjadi indah bersamamu kini bagai menggenggam angin. Tersentuh namun tak terasa pun terlihat apalagi. Aku hanya bisa kembali diam. Diam dan termenung akan mengapa harus jadi begini. Dan termenung akan apa yang ada didepan.

Akankah ini akan berakhir seperti yang seharusnya. Seharusnya yang aku mau. Mungkin sulit. Sangat sulit malah. Lagi-lagi aku menjadi amat bodoh dengan hati dan pikiranku sendiri. Entah kemana keberanian untuk menahan ingat dan membangun hal baru itu. Adakah ia tertahan bersama rasaku yang amat dalam padamu.

Semoga saja kebahagiaan yang dulu ada. Yang saat ini terasa jika bersama, tak menjadi hal semu ketika aku harus beranjak yang entah kapan itu akan berlaku. Aku hanya seorang manusia yang bisa amat rapuh dalam kondisi yang tak menentu ini.

Dari lubuk hatiku yang paling dalam, aku sayang kamu. Bahkan jika nantinya aku benar2 tak lagi bersamamu.

Mampang 22092015
daenkmar

Comments

Popular posts from this blog

Antara Indonesian Idol dan ST 12

Kalo tidak salah, tahun 2008 ini merupakan tahun kelima pelaksanaan Indonesian Idol, yang ditayangkan di RCTI. Namun meski sudah lima kali, namun baru kali kelima ini saya tertarik untuk menyaksikannya. Alasannya mungkin karena ST 12, tapi mungkin juga bukan.

Tahun lalu, saya pernah mendengar dari Hp ponakan ada sebuah lagu, yang mirip dengan gaya lagu Peterpan, saya bahkan mengcopy lagu tersebut, yang ternyata milik group band yang juga berasal dari Bandung, ST 12. Lalu beberapa bulan belakangan, di program Selamat Pagi Trans7 yang saya produseri saat ini, lagu tersebut menjadi momok bagi Bima, seorang anggota tim kreative saya.

Saya dan beberapa teman, seperti Thomas, VJ tim Selamat Pagi, sering menggoda Bima, dengan memutar lagu tersebut, di Komputer saya. Belum lagi Susan, PA Selamat Pagi yang juga menggoda Bima dengan memutar lagu ST 12 menggunakan HP. Bahkan maret lalu, saat kami taping di Makassar, saya dan Susan tak hentinya menggoda Bima dengan lagu ST 12.

Awal april ini, perhel…

Haruskah Ku Melawan Dunia?

Bagaikan lirik sebuah lagu...
Kita adalah hati yang tertindas. Kitalah langkah yang berhenti berjalan. Kitalah mimpi yang tak terwujudkan....

Adalah kisah yang pernah terjadi diantara kita. Berawal dari belasan tahun lalu, kemudian redup kemudian mucul kembali, kemudian redup, muncul lagi, dan terakhir... terang tidak, redup tidak, mati pun tidak. Walau bisa jadi ini hanya terjadi di duniaku, tidak pada duniamu.

Apa yang aku telah lakukan belakangan, bagimu telah cukup bahkan lebih untuk menebus dosa-dosaku padamu dimasa lalu. Namun tetap saja itu tidak akan cukup mengembalikan semua pada posisi dimana dulu kita adalah yang paling segalanya. Sempat memang ada harap. Harap yang kusimpan cukup lama, namun tak pernah juga aku tawarkan, karena aku tau sekarang semua telah berubah dan berbeda.

Apakah layak orang yang pernah pergi, justru menunggu kembali? Sementara yang seharusnya dia tunggu tak lagi berjalan lurus mengarah padanya. Ia yang sangat ingin ditunggu olehku adalah hal yang tak …

Shalawat Tarhim Pengingat Masa Kecil

Tau Shalawat Tarhim?

Shalawat yang biasanya diperdengarkan sebelum adzan. Di Bandung ada beberapa masjid yang saya pernah dengar masih memperdengarkan shalawat ini, hingga sekarang.

Saat berkunjung ke kota-kota besar lainnya di Indonesia, seperti Padang, Medan, Palembang di Sumatera. Lalu Pontianak, Balikpapan di Kalimantan, Jogja dan kota-kota lainnya di Jawa, kota-kota lain di Indonesia Timur seperti Ternate, dan pastinya di kota-kota yang ada di Sulawasi Selatan, tak terkecuali Pinrang, masih banyak yang memutar shalawat ini sebelum memasuki waktu shalat.

Sekitar 10 kilometer arah utara kota Pinrang, adalah Leppangeng, sebuah desa yang tenang dan ramah, desa dimana saya berasal. Di desa inilah dulu semasa kecil kuping saya akrab dengan shalawat ini. Dari sebuah mushollah yang berjarak sekitar 50 meter dari rumah. Mushollah Nurul Yaqin. Saat ini telah berubah menjadi masjid, setelah diperluas dan ditingkat menjadi dua lantai.

Masa itu, sepulang sekolah setelah dhuhur dan makan siang, ka…

Its Me... Saat Liburan ke China Januari 2017

Its Me... Pada Hari Raya Idul Fitri 2017