Skip to main content

Semoga Hanya Awalnya

Ramadhan datang lagi... Alhamdulillah...
Ramadhan 1436H

Gak maksud ngeluh sih, tapi sedih aja ada sedikit pergeseran kenyataan dari apa yang saya idam-idamkan akan terjadi diawal ramadhan ini... Huhuhu....

Maksud hati mau jamaah Isya dan Tarawih di Masjid. 
Sampai kost di masjid udah adzan. Buru-buru bersih2 lalu wudhu dan bergebas ke masjid. Udah yakin bakal masbuq sih. Tapi gak apa-apa paling cuma ketinggalan 1 rakaat. Sampai masjid kok banyak orang berkerumun dan gak masuk masjid? Ya Allah ternyata masjidnya penuh dan mereka gak kebagian tempat, termasuk saya. Sedih... Asli sedih banget...
Mau ke masjid yang lain, udah pasti bakal gak ngejar. Ya sudah dengan gontai balik ke kost dan Isya lalu Tarawih di kost aja.

Harapannya malam pertama Ramadhan ini akan menjadi night call paling indah. 
Tapi apa daya situasinya lagi gak enak. PR saya masih banyak. Saya masih belum seperti yang diharapkan ternyata. Sedih. Gak bisa berbuat apa-apa saat dia sakit. Malah jadi pengacau. Karena ketakutan akan sesuatu yang buruk dimasa lalu. Lebay sih mungkin bagi orang lain. Tapi ya saya adalah saya. Tak suka dengan saya yang seperti ini? Ya silahkan pergi. Jangan ada beban.

Pulang ke rumah kakak. Mau sahur bareng.
Sesaat sebelum nulis ini sempat deg deg ser gak karuan. Karena pas nyari dompet gak ada. Udah hampir pasrah karena pas cek ke mobil gak ada juga. Untung balik lagi ngecek ke mobil dan alhamdulillah dompet ada di kolong mobil. Tadi jatuh gak kerasa. Sangat ceroboh, padahal biasanya ngga. Alhamdulillah masih milik. Kalo ada orang lewat dan liat itu dompet, kelar deh. Banyak bgt surat-surat dan kartu yang harus diurus kalo sampe ilang.

Ramadhan kali ini semoga hanya awalnya yang agak penuh drama bagi saya. Karena saya cinta Ramadhan dan selalu rindu padanya. Bismillah... 29 malam sisanya akan jauh lebih indah... Amin...

Daenkmar
18062015-00.07

Comments

Popular posts from this blog

Antara Indonesian Idol dan ST 12

Kalo tidak salah, tahun 2008 ini merupakan tahun kelima pelaksanaan Indonesian Idol, yang ditayangkan di RCTI. Namun meski sudah lima kali, namun baru kali kelima ini saya tertarik untuk menyaksikannya. Alasannya mungkin karena ST 12, tapi mungkin juga bukan.

Tahun lalu, saya pernah mendengar dari Hp ponakan ada sebuah lagu, yang mirip dengan gaya lagu Peterpan, saya bahkan mengcopy lagu tersebut, yang ternyata milik group band yang juga berasal dari Bandung, ST 12. Lalu beberapa bulan belakangan, di program Selamat Pagi Trans7 yang saya produseri saat ini, lagu tersebut menjadi momok bagi Bima, seorang anggota tim kreative saya.

Saya dan beberapa teman, seperti Thomas, VJ tim Selamat Pagi, sering menggoda Bima, dengan memutar lagu tersebut, di Komputer saya. Belum lagi Susan, PA Selamat Pagi yang juga menggoda Bima dengan memutar lagu ST 12 menggunakan HP. Bahkan maret lalu, saat kami taping di Makassar, saya dan Susan tak hentinya menggoda Bima dengan lagu ST 12.

Awal april ini, perhel…

Haruskah Ku Melawan Dunia?

Bagaikan lirik sebuah lagu...
Kita adalah hati yang tertindas. Kitalah langkah yang berhenti berjalan. Kitalah mimpi yang tak terwujudkan....

Adalah kisah yang pernah terjadi diantara kita. Berawal dari belasan tahun lalu, kemudian redup kemudian mucul kembali, kemudian redup, muncul lagi, dan terakhir... terang tidak, redup tidak, mati pun tidak. Walau bisa jadi ini hanya terjadi di duniaku, tidak pada duniamu.

Apa yang aku telah lakukan belakangan, bagimu telah cukup bahkan lebih untuk menebus dosa-dosaku padamu dimasa lalu. Namun tetap saja itu tidak akan cukup mengembalikan semua pada posisi dimana dulu kita adalah yang paling segalanya. Sempat memang ada harap. Harap yang kusimpan cukup lama, namun tak pernah juga aku tawarkan, karena aku tau sekarang semua telah berubah dan berbeda.

Apakah layak orang yang pernah pergi, justru menunggu kembali? Sementara yang seharusnya dia tunggu tak lagi berjalan lurus mengarah padanya. Ia yang sangat ingin ditunggu olehku adalah hal yang tak …

Shalawat Tarhim Pengingat Masa Kecil

Tau Shalawat Tarhim?

Shalawat yang biasanya diperdengarkan sebelum adzan. Di Bandung ada beberapa masjid yang saya pernah dengar masih memperdengarkan shalawat ini, hingga sekarang.

Saat berkunjung ke kota-kota besar lainnya di Indonesia, seperti Padang, Medan, Palembang di Sumatera. Lalu Pontianak, Balikpapan di Kalimantan, Jogja dan kota-kota lainnya di Jawa, kota-kota lain di Indonesia Timur seperti Ternate, dan pastinya di kota-kota yang ada di Sulawasi Selatan, tak terkecuali Pinrang, masih banyak yang memutar shalawat ini sebelum memasuki waktu shalat.

Sekitar 10 kilometer arah utara kota Pinrang, adalah Leppangeng, sebuah desa yang tenang dan ramah, desa dimana saya berasal. Di desa inilah dulu semasa kecil kuping saya akrab dengan shalawat ini. Dari sebuah mushollah yang berjarak sekitar 50 meter dari rumah. Mushollah Nurul Yaqin. Saat ini telah berubah menjadi masjid, setelah diperluas dan ditingkat menjadi dua lantai.

Masa itu, sepulang sekolah setelah dhuhur dan makan siang, ka…

Its Me... Saat Liburan ke China Januari 2017

Its Me... Pada Hari Raya Idul Fitri 2017