Skip to main content

Menilai Kepribadian Orang Berdasarkan Caranya Makan Tahu :-)

KONSERVATIF:
Gigit tahu, baru gigit cabe.

PROGRESIF:
Gigit cabe dulu, baru gigit tahu.

SPEKULATIF:
Begitu nemu cabe langsung main gigit dgn harapan di dekat situ pasti ada tahu.

IMAJINATIF:
Belum gigit cabe sudah merasa kepedesan.

OPTIMIS:
Yakin tahu akan segera muncul, sambil menunggu ngemil cabe dulu.

PERMISIF:
Tahu dan cabenya dicomot orang, diem saja.

MASOKIS:
Gigit cabe 10 biji kagak pake tahu.

OBSESIF-KOMPULSIF:
Sebelum makan dihitung dulu biar yakin jumlah tahunya sama dengan jumlah cabenya.

MANIPULATIF:
Dekatin tukang tahu biar dapet gratisan.

KORUPTIF
Makan tahu lima cuma bayar satu.

DRAMATIS:
Habis makan tahu pake cabe nangis histeris kepedesan, trus ngesot sambil meratap ke dispenser air.

EKSIBISIONIS:
Sebelum makan bilang ke orang sebelah, “Lihat nih gue mau makan tahu pake cabe”.

KAPITALIS:
Tahunya dimakan, cabenya ditanem supaya nanti kalau tumbuh bisa dijual, duitnya buat beli tahu.

FANATIK:
Kalo ketemu orang yg makan tahunya beda, ga pake cabe, langsung mengamuk

KRITIS:
Nanya, “kenapa sih kita harus makan tahu pake cabe bukan pake rhemason? Kan sama pedesnya?”

MELANKOLIS:
Udah gigit cabe, eh pas mau gigit tahunya kesenggol orang. Tahunya jatuh...... nangis.....

SOSIALIS:
Kalo makan tahu semua teman2nya dibeliin.

INDIVIDUALISTIS :
Kalo makan tahu sembunyi2, kalo ada yang nanya bilangnya cuma bawa cabe aja.

POLITIS :
Kalo saya menikmati satu tahu pun, gantung saya di pohon cabe...

SKEPTIS: 
Selalu ragu kalo mau beli tahu, karena pasti temen makannya itu cabe yg saat ini harganya selangit .

APATIS:
Mau makan cabe dengan tahu atau tidak,# ITU BUKAN URUSAN SAYA

SADIS:
Makan tahu terus cabenya disosotin ke mulut orang lain..

PRAGMATIS:
Ada tahu di meja, langsung diembat tanpa berpikir dalam tahu itu ada cabenya atau ngga..

OPORTUNIS:
Setiap tukang gorengan meleng, tahunya diembat..

TRAGIS: 
Lagi makan tahu kelindas gerobak cabe.

SKEPTIS: 
Mau makan tahu aja mikir, apakah selalu harus pakai cabe.

ARTIS: 
Makan tahu pake cabe aja ngundang wartawan infotainment.

FILOSOFIS:
Jika itu tahu, lalu siapa aku?

NARSISTIS:
Sebelum makan tahu dan cabe selfie dulu.

SCIENTIST:
Jika luas permukaan tahu 4cm2 dan dimakan dalam 2x gigitan, berapa butir cabe diperlukan?

"Jangan lupa tersenyum setelah baca yah hehehe..."

Comments

Popular posts from this blog

Antara Indonesian Idol dan ST 12

Kalo tidak salah, tahun 2008 ini merupakan tahun kelima pelaksanaan Indonesian Idol, yang ditayangkan di RCTI. Namun meski sudah lima kali, namun baru kali kelima ini saya tertarik untuk menyaksikannya. Alasannya mungkin karena ST 12, tapi mungkin juga bukan.

Tahun lalu, saya pernah mendengar dari Hp ponakan ada sebuah lagu, yang mirip dengan gaya lagu Peterpan, saya bahkan mengcopy lagu tersebut, yang ternyata milik group band yang juga berasal dari Bandung, ST 12. Lalu beberapa bulan belakangan, di program Selamat Pagi Trans7 yang saya produseri saat ini, lagu tersebut menjadi momok bagi Bima, seorang anggota tim kreative saya.

Saya dan beberapa teman, seperti Thomas, VJ tim Selamat Pagi, sering menggoda Bima, dengan memutar lagu tersebut, di Komputer saya. Belum lagi Susan, PA Selamat Pagi yang juga menggoda Bima dengan memutar lagu ST 12 menggunakan HP. Bahkan maret lalu, saat kami taping di Makassar, saya dan Susan tak hentinya menggoda Bima dengan lagu ST 12.

Awal april ini, perhel…

Haruskah Ku Melawan Dunia?

Bagaikan lirik sebuah lagu...
Kita adalah hati yang tertindas. Kitalah langkah yang berhenti berjalan. Kitalah mimpi yang tak terwujudkan....

Adalah kisah yang pernah terjadi diantara kita. Berawal dari belasan tahun lalu, kemudian redup kemudian mucul kembali, kemudian redup, muncul lagi, dan terakhir... terang tidak, redup tidak, mati pun tidak. Walau bisa jadi ini hanya terjadi di duniaku, tidak pada duniamu.

Apa yang aku telah lakukan belakangan, bagimu telah cukup bahkan lebih untuk menebus dosa-dosaku padamu dimasa lalu. Namun tetap saja itu tidak akan cukup mengembalikan semua pada posisi dimana dulu kita adalah yang paling segalanya. Sempat memang ada harap. Harap yang kusimpan cukup lama, namun tak pernah juga aku tawarkan, karena aku tau sekarang semua telah berubah dan berbeda.

Apakah layak orang yang pernah pergi, justru menunggu kembali? Sementara yang seharusnya dia tunggu tak lagi berjalan lurus mengarah padanya. Ia yang sangat ingin ditunggu olehku adalah hal yang tak …

Shalawat Tarhim Pengingat Masa Kecil

Tau Shalawat Tarhim?

Shalawat yang biasanya diperdengarkan sebelum adzan. Di Bandung ada beberapa masjid yang saya pernah dengar masih memperdengarkan shalawat ini, hingga sekarang.

Saat berkunjung ke kota-kota besar lainnya di Indonesia, seperti Padang, Medan, Palembang di Sumatera. Lalu Pontianak, Balikpapan di Kalimantan, Jogja dan kota-kota lainnya di Jawa, kota-kota lain di Indonesia Timur seperti Ternate, dan pastinya di kota-kota yang ada di Sulawasi Selatan, tak terkecuali Pinrang, masih banyak yang memutar shalawat ini sebelum memasuki waktu shalat.

Sekitar 10 kilometer arah utara kota Pinrang, adalah Leppangeng, sebuah desa yang tenang dan ramah, desa dimana saya berasal. Di desa inilah dulu semasa kecil kuping saya akrab dengan shalawat ini. Dari sebuah mushollah yang berjarak sekitar 50 meter dari rumah. Mushollah Nurul Yaqin. Saat ini telah berubah menjadi masjid, setelah diperluas dan ditingkat menjadi dua lantai.

Masa itu, sepulang sekolah setelah dhuhur dan makan siang, ka…

Its Me... Saat Liburan ke China Januari 2017

Its Me... Pada Hari Raya Idul Fitri 2017