Skip to main content

Balada di Sebuah Mini Market

Bule cantik dari Kanada. Lagi bayar minuman dan snack yang dia beli, persis di depan gua. 


Kasir bilang semua 38.500 rupiah


Dia buka dompet dan keluarin rupiah satu persatu. Tampak bingung. Melihat pecahan 2000an, 5000an dan 100.000an di dompetnya. Dia nanya lagi ke kasir berapa? 


All 38.500 rupiah


Oke. Dia itung2 lagi. Lama juga dia. Tampak sangat bingung hehehe... Tapi akhirnya dia berhasil ngitung dan kasi kasir 40.000 rupiah


Dia belum akrab dengan pecahan rupiah. Maklum di negaranya pecahan yg paling gede dan umum 100 dollar. Dan kalo 38.500 dibelakangnya pake Dollar, udah bisa buat beli mobil mewah hehehe...


Gua cuma ingetin lihat baik2 jumlah nolnya. Karena ukuran uang Indonesia sama. Beda warna dan gambar aja. Jangan ketuker antara 1000, 10.000 dan 100.000 atau antara 2000 dan 20.000 karena nol nol itu bisa lebih atau kurang satu kalo diliat sekilas hehehe...


Balada ini terjadi bukan karena bulenya yang masalah. Tapi rupiah kita yang masalah. Gimana bule gak rada bingung dengan pecahan yang macem2 plus dengan menukar selembar 100 dollar, dia bisa dapet 12 lembar uang pecahan 100000 rupiah.


Jadi inget waktu ke Vietnam, sekali2nya ke negara orang, uang yang gua bawa gak susut. Malah jadi 2 kali lipat. Waktu itu beli 100 dollar dgn 1.1an juta rupiah, pas 100 dollarnya gua tuker dengan Dong, dapetnya sampe 2.4 juta dong hehehe...


Dan mereka punya donk pecahan 500.000 Dong 😊😊😊


Kalo redenominasi rupiah jadi. Tiga nol dibuang. Mungkin akan lebih baik. Gak repot buat si bule, pun buat kita bangsa indonesia. 1 dollar cuma jadi 12 rupiah. Bawa duit juga gak gede2 banget angkanya. Walau nilainya tetap. Semisal aqua yang 5000an jadi 5 rupiah aja. Avanza 1.3 G jadi 180.000 rupiah ajah hehehe...


Love Rupiah...


#somewhereatubud


Comments

Popular posts from this blog

Antara Indonesian Idol dan ST 12

Kalo tidak salah, tahun 2008 ini merupakan tahun kelima pelaksanaan Indonesian Idol, yang ditayangkan di RCTI. Namun meski sudah lima kali, namun baru kali kelima ini saya tertarik untuk menyaksikannya. Alasannya mungkin karena ST 12, tapi mungkin juga bukan.

Tahun lalu, saya pernah mendengar dari Hp ponakan ada sebuah lagu, yang mirip dengan gaya lagu Peterpan, saya bahkan mengcopy lagu tersebut, yang ternyata milik group band yang juga berasal dari Bandung, ST 12. Lalu beberapa bulan belakangan, di program Selamat Pagi Trans7 yang saya produseri saat ini, lagu tersebut menjadi momok bagi Bima, seorang anggota tim kreative saya.

Saya dan beberapa teman, seperti Thomas, VJ tim Selamat Pagi, sering menggoda Bima, dengan memutar lagu tersebut, di Komputer saya. Belum lagi Susan, PA Selamat Pagi yang juga menggoda Bima dengan memutar lagu ST 12 menggunakan HP. Bahkan maret lalu, saat kami taping di Makassar, saya dan Susan tak hentinya menggoda Bima dengan lagu ST 12.

Awal april ini, perhel…

Haruskah Ku Melawan Dunia?

Bagaikan lirik sebuah lagu...
Kita adalah hati yang tertindas. Kitalah langkah yang berhenti berjalan. Kitalah mimpi yang tak terwujudkan....

Adalah kisah yang pernah terjadi diantara kita. Berawal dari belasan tahun lalu, kemudian redup kemudian mucul kembali, kemudian redup, muncul lagi, dan terakhir... terang tidak, redup tidak, mati pun tidak. Walau bisa jadi ini hanya terjadi di duniaku, tidak pada duniamu.

Apa yang aku telah lakukan belakangan, bagimu telah cukup bahkan lebih untuk menebus dosa-dosaku padamu dimasa lalu. Namun tetap saja itu tidak akan cukup mengembalikan semua pada posisi dimana dulu kita adalah yang paling segalanya. Sempat memang ada harap. Harap yang kusimpan cukup lama, namun tak pernah juga aku tawarkan, karena aku tau sekarang semua telah berubah dan berbeda.

Apakah layak orang yang pernah pergi, justru menunggu kembali? Sementara yang seharusnya dia tunggu tak lagi berjalan lurus mengarah padanya. Ia yang sangat ingin ditunggu olehku adalah hal yang tak …

Shalawat Tarhim Pengingat Masa Kecil

Tau Shalawat Tarhim?

Shalawat yang biasanya diperdengarkan sebelum adzan. Di Bandung ada beberapa masjid yang saya pernah dengar masih memperdengarkan shalawat ini, hingga sekarang.

Saat berkunjung ke kota-kota besar lainnya di Indonesia, seperti Padang, Medan, Palembang di Sumatera. Lalu Pontianak, Balikpapan di Kalimantan, Jogja dan kota-kota lainnya di Jawa, kota-kota lain di Indonesia Timur seperti Ternate, dan pastinya di kota-kota yang ada di Sulawasi Selatan, tak terkecuali Pinrang, masih banyak yang memutar shalawat ini sebelum memasuki waktu shalat.

Sekitar 10 kilometer arah utara kota Pinrang, adalah Leppangeng, sebuah desa yang tenang dan ramah, desa dimana saya berasal. Di desa inilah dulu semasa kecil kuping saya akrab dengan shalawat ini. Dari sebuah mushollah yang berjarak sekitar 50 meter dari rumah. Mushollah Nurul Yaqin. Saat ini telah berubah menjadi masjid, setelah diperluas dan ditingkat menjadi dua lantai.

Masa itu, sepulang sekolah setelah dhuhur dan makan siang, ka…

Its Me... Saat Liburan ke China Januari 2017

Its Me... Pada Hari Raya Idul Fitri 2017