Skip to main content

Posts

Showing posts from January, 2014

HADAPI SAJA...

Selamat malam bidadari manisBagaimana kondisimu saat ini Mengapa begitu kikir kau berkisah Meski pahitmu tetap manis
Adakah pengakuan itu sebuah salah Hingga kau penjarakan tanpa rasa Melumat gejolak didalam dirimu Menghempaskan asa yang terpendam
Dimakah kau wahai pemilik keanggunan Mengapa kau runtuhkan pesona itu Kau hancur leburkan dari hatiku Hingga ku tau harus bagaimana lagi
Jika benar berada diatas kesalahan Ketika pengakuan benar yang menyakitkan Mengapa harus lari dengan darah tercecer Hadapi saja hingga salah satu mati
Mengapa kau hanya berlindung pada gelap Mengapa kau redupkan api dihatimu Bukalah matamu wahai bidadari Bukalah hatimu yang seluas samudera itu
Jangan biarkan waktu menguasaimu Waktu untuk kau jalani bukan selami Ada yang menantimu diujung sana Namun mengapa kau berdiam ditempat
Jalanlah wahai melati sebar pesonamu Namun kukuhkan hanya pada satu Kemana nantinya kau labuhkan itu Sesuatu yang amat kau pertahankan
Adakah kau tiada merasa Adakah kau tiada melihat Adakah kau tiada berpikir Ada…

Melati di Tapal Batas

Aku memiliki prinsip dan keteguhan hati yang kuat. Telah aku pegang sejak lama. Memang dulu tak sekuat sekarang sehingga prinsip itu runtuh, bagai tanggul diterjang air bah. Kesadaranku akan apa yang terjadi kemudian, membuatku kini lebih memperkokoh kekuatan dinding prinsip itu. Namun entah kekuatan apa itu, yang belakangan ini memcoba mengusik kekokohanku.
Pesona. Adakah karena itu? Kesepiankah? Atau justru keadaan sekeliling yang perlahan membentuk koloni guna menyiksa dengan selimut kebahagiaan? Ataukah sebuah penyelamatan? Penyelamatan seorang makhluk terkait dengan aqidah dan tuntunan hidup? Entahlah yang mana yang akan menyingkap tabir gelap sebuah perjalanan dan perjuangan dalam menggenggam prinsip.
Aku hanya manusia biasa memang, jadi tak heran jika goncangan sekecil apapun mampu menggoyahkan bahkan merobohkanku. Makin ku katakan tidak, semakin hati bergejolak dan berkata iya. Namun entah kali keberapa kukatakan ini, bahwa otak itu ada diatas hati. Otak ada dikepala dan hati ad…

SOMETHING... SOMEONE... SOMEWHERE...

Kelembutan itu kadang bisa menjadi sesuatu yang sangat kuat, dalam hal seperti ini. Terkadang tak perlu berkeras hati untuk mendapatkan hati yang begitu teduh. Adakah ketidaksadaran atau justru karena kekecewaan yang membuat semua berawal diluar nalar? Itulah cinta yang diletupkan oleh rasa...
Waktu tak perlu diukur atau dinanti, cukup diselami saja dan dinikmati, hingga akhirnya ada yang tersandung hingga terjatuh, atau justru kian sejalan dengan waktu.
Kumenemukanmu diawal yang sebenarnya akhir. Walau kukuasa melawan sorotanmu, namun goresan senyuman itu yang memiliki kuasa meruntuhkan dindingku. 
Kamu bukan yang seperti kubayangkan selama ini. Kamu bukan yang bisa membuatku begitu mudah berpaling. Kamu memiliki benteng yang kokoh dan kuat. Namun aku adalah aku, bagai ombak menghantam karang. Ujungnya bisa ditebak, namun tak tampak sama sekali.
Keindahanmu mampu melenakanku hingga anganku terbuai, hingga jauh. Dan karenanya terkadang aku takut. Takut jika aku akhirnya jatuh, dan kamu ti…

JATUH CINTAKAH?

Mengapa tiba-tiba malam ini kau hadir dan menyapa sepiku? Mengapa kau tak coba sapa kenyataanku? Aku memang belum lama mengenalmu. Inipun sebenarnya aku ragu mengakui bahwa telah mengenalmu.
Selembut embun senyumanmu, namun mampu menorehkan sesuatu dipikiranku. Aku rindu sorot mata itu, yang tajam namun terkadang syahdu. Kau sebenarnya jauh, namun begitu dekat malam ini. Kau memenuhi pikiran, bahkan jiwaku.
Akankah ada jalan untukku melangkah tuk menghampiri dan menyentuh hatimu? Mungkin sulit, namun akan mudah jika kau tak berpaling. Aku tengah tersihir aura kecantikanmu, yang datang bersama hembusan angin malam ini.
Kuharap jika tiba masanya nanti, kau telah siap untuk kukenali lebih jauh, dan kamu mencoba menyentuh asa yang telah kubangun, untuk kita jalani bersama. Semoga ini tak menjadi mimpi, yang buyar oleh sinar matahari pagi, ketika menyapaku tuk bangun.
Aku menantimu diujung khayalku...
Tuner, 041212 Daenk Mar

DAN MALAM PUN TERTAWA

Siapa itu yang tertawa? Oh ternyata malam... Dia telah datang bahkan sebelum aku merasakan teriknya mentari
Kudiselimuti gelap yang mencekam Kemana bulan malam ini? Mengapa ia begitu enggan menyapaku...
Rupanya aku tengah terhanyut Terhanyut oleh khayalku Khayalan tentang dirimu
Siang atau malam tak ada lagi bedanya kini Yang ada hanyalah waktu Waktu untuk memilih Mendekati atau justru menjauh
Kau adalah keangkuhan anggun Karya sempurna sang pencipta Yang sejenak ingin kuraih
Inikah mengapa malam menertawakanku? Saat aku tenggelam dalam kelam kegelapan Saat aku belum tau harus melangkah kemana
Biarkan saja... Yang pasti bukan untuk menuju arahmu Kau begitu angkuh bagiku
Namun... Yakinilah, jika waktunya nanti Kau yang akan memaksa menuju kesini
Tebet 04012013-23.17 DaenkMar
(Late post... Tulisan setahun lalu)

DAN KETIKA...

Tak suka rasanya harus melihat kenyataan itu. Saat akhirnya kuputuskan tiada lagi yang layak untuk diperjuangkan padanya. Semua harus dikembalikan pada awal semula. Dari masa ketika tiada arti keberadaanya.
Tak bisa dipungkiri memang waktu yang berlalu memiliki peran yang kuat dalam proses pembangunan rasa. Namun dengannya pula rasa bisa meleleh melebihi lelehan salju dimusim semi. Dan ketika semua tak mampu memberi jawaban, maka pada waktulah semua dikembalikan.
Jakarta 190114 - 08.09 Daenk Mar

Its Me... Saat Liburan ke China Januari 2017

Its Me... Pada Hari Raya Idul Fitri 2017