Skip to main content

Something... Someone... Somewhere...

Kelembutan itu kadang bisa menjadi sesuatu yang sangat kuat, dalam hal seperti ini. Terkadang tak perlu berkeras hati untuk mendapatkan hati yang begitu teduh. Adakah ketidaksadaran atau justru karena kekecewaan yang membuat semua berawal diluar nalar? Itulah cinta yang diletupkan oleh rasa...

Waktu tak perlu diukur atau dinanti, cukup diselami saja dan dinikmati, hingga akhirnya ada yang tersandung hingga terjatuh, atau justru kian sejalan dengan waktu. Kumenemukanmu diawal yang sebenarnya akhir. Walau kukuasa melawan sorotanmu, namun goresan senyuman itu yang memiliki kuasa meruntuhkan dindingku.

Kamu bukan yang seperti kubayangkan selama ini. Kamu bukan yang bisa membuatku begitu mudah berpaling. Kamu memiliki benteng yang kokoh dan kuat. Namun aku adalah aku, bagai ombak menghantam karang. Ujungnya bisa ditebak, namun tak tampak sama sekali.

Keindahanmu mampu melenakanku hingga anganku terbuai, hingga jauh. Dan karenanya terkadang aku takut. Takut jika aku akhirnya jatuh, dan kamu tiada pernah perduli. Bukannya kuragu, namun kedalaman hatimu blum mampu kusentuh.

Aku adalah yang asing, dan tak mudah bagimu. Dan kamu adalah pesona bagiku namun tak mudah kubawa ke pikiranku, terlebih hati ini. Dua rasa saling menahan, menebak, mengira, hingga akhirnya tak tau kan berakhir kemana.

Aku tak ingin ini berakhir, namun aku lebihtak ingin ini bermula, jika itu menjadi begitu mudah bagiku, bagimu, bagi kita, dan bagi mereka.

Kau mampu menggoyahkan, menggoyangkan, namun perlu waktu untuk menumbangkan. Itupun jika kamu ingin...

Bagiku, semua adalah aturan yang jika dilanggar akan menyiksa diri kita sendiri... Aku suka, namun aku tak tau akankah menjadi sayang. Jika demikian itupun, kadarnya harus dipertanyakan lagi, demi sesuatu yang nyata.

Kamu telah membuat sesuatu yang tersimpan rapih, kembali dibongkar untuk sesuatu yang lebih bermanfaat, walau bukan untuk aku pun kamu, tapi untuk mereka yang mengerti akan apa karya tuhan yang paling indah dan menyatukan semua...

Kamu...
Kamu adalah kepribadian yang membelah pikiranku akan dirimu

Aku.....
Aku bukanlah perusak yang datang lalu pergi...

Labuan Bajo
191212-10.46'
Daenk Mar

Comments

Popular posts from this blog

Antara Indonesian Idol dan ST 12

Kalo tidak salah, tahun 2008 ini merupakan tahun kelima pelaksanaan Indonesian Idol, yang ditayangkan di RCTI. Namun meski sudah lima kali, namun baru kali kelima ini saya tertarik untuk menyaksikannya. Alasannya mungkin karena ST 12, tapi mungkin juga bukan.

Tahun lalu, saya pernah mendengar dari Hp ponakan ada sebuah lagu, yang mirip dengan gaya lagu Peterpan, saya bahkan mengcopy lagu tersebut, yang ternyata milik group band yang juga berasal dari Bandung, ST 12. Lalu beberapa bulan belakangan, di program Selamat Pagi Trans7 yang saya produseri saat ini, lagu tersebut menjadi momok bagi Bima, seorang anggota tim kreative saya.

Saya dan beberapa teman, seperti Thomas, VJ tim Selamat Pagi, sering menggoda Bima, dengan memutar lagu tersebut, di Komputer saya. Belum lagi Susan, PA Selamat Pagi yang juga menggoda Bima dengan memutar lagu ST 12 menggunakan HP. Bahkan maret lalu, saat kami taping di Makassar, saya dan Susan tak hentinya menggoda Bima dengan lagu ST 12.

Awal april ini, perhel…

Haruskah Ku Melawan Dunia?

Bagaikan lirik sebuah lagu...
Kita adalah hati yang tertindas. Kitalah langkah yang berhenti berjalan. Kitalah mimpi yang tak terwujudkan....

Adalah kisah yang pernah terjadi diantara kita. Berawal dari belasan tahun lalu, kemudian redup kemudian mucul kembali, kemudian redup, muncul lagi, dan terakhir... terang tidak, redup tidak, mati pun tidak. Walau bisa jadi ini hanya terjadi di duniaku, tidak pada duniamu.

Apa yang aku telah lakukan belakangan, bagimu telah cukup bahkan lebih untuk menebus dosa-dosaku padamu dimasa lalu. Namun tetap saja itu tidak akan cukup mengembalikan semua pada posisi dimana dulu kita adalah yang paling segalanya. Sempat memang ada harap. Harap yang kusimpan cukup lama, namun tak pernah juga aku tawarkan, karena aku tau sekarang semua telah berubah dan berbeda.

Apakah layak orang yang pernah pergi, justru menunggu kembali? Sementara yang seharusnya dia tunggu tak lagi berjalan lurus mengarah padanya. Ia yang sangat ingin ditunggu olehku adalah hal yang tak …

Shalawat Tarhim Pengingat Masa Kecil

Tau Shalawat Tarhim?

Shalawat yang biasanya diperdengarkan sebelum adzan. Di Bandung ada beberapa masjid yang saya pernah dengar masih memperdengarkan shalawat ini, hingga sekarang.

Saat berkunjung ke kota-kota besar lainnya di Indonesia, seperti Padang, Medan, Palembang di Sumatera. Lalu Pontianak, Balikpapan di Kalimantan, Jogja dan kota-kota lainnya di Jawa, kota-kota lain di Indonesia Timur seperti Ternate, dan pastinya di kota-kota yang ada di Sulawasi Selatan, tak terkecuali Pinrang, masih banyak yang memutar shalawat ini sebelum memasuki waktu shalat.

Sekitar 10 kilometer arah utara kota Pinrang, adalah Leppangeng, sebuah desa yang tenang dan ramah, desa dimana saya berasal. Di desa inilah dulu semasa kecil kuping saya akrab dengan shalawat ini. Dari sebuah mushollah yang berjarak sekitar 50 meter dari rumah. Mushollah Nurul Yaqin. Saat ini telah berubah menjadi masjid, setelah diperluas dan ditingkat menjadi dua lantai.

Masa itu, sepulang sekolah setelah dhuhur dan makan siang, ka…

Its Me... Saat Liburan ke China Januari 2017

Its Me... Pada Hari Raya Idul Fitri 2017