Skip to main content

Memilih Calon Istri...

Dari Pecinta Qur'an & Sunnah @Facebook

Rasulullah saw. bersabda:

تخيروا لنطفكم فإن النساء يلدن أشباه إخوانهن وأخواتهن

“Pilihlah (tempat-tempat penyaluran) sperma kalian, (karena) sesungguhnya kaum perempuan itu akan melahirkan (anak-anak) yang perangainya mirip dengan saudara laki-laki dan saudara perempuan mereka.”

Hadits di atas mengandung petunjuk kepada laki-laki yang ingin menikah agar memilih calon isteri yang shalehah, tumbuh dalam lingkungan yang baik, tumbuh dewasa dalam keluarga yang dikenal mulia dan baik, serta terlahir dari keturunan yang mulia. Sebab, sifat anak yang dilahirkan dari rahim seorang wanita, sedikit atau banyak pasti akan mirip dengan sifat wanita tersebut ataupun saudara-saudaranya. Dari sini, maka kita dapat menangkap rahasia di balik anjuran Nabi di atas, yaitu agar laki-laki Muslim dapat memiliki anak-anak yang berbudi pekerti luhur, berkarakter baik dan bermoral Islami.

Suatu ketika, Abu Al-Aswad Ad-Du’ali berkata kepada anak-anaknya: “Aku benar-benar telah berbuat baik kepada kalian sejak kalian masih kecil dan setelah kalian dewasa, bahkan sebelum kalian dilahirkan.” Mendengar itu, anak-anaknya bertanya: “Bagaimana ayah dapat berbuat baik kepada kami sebelum kami dilahirkan?” Abu Al-Aswad menjawab: “Yaitu dengan memilihkan untuk kalian seorang ibu yang baik.”

Berdasarkan penjelasan di atas, maka hendaknya seorang laki-laki Muslim harus benar-benar selektif dalam memilih wanita yang akan menjadi calon ibu bagi anak-anaknya. Jangan asal pilih, tapi harus benar-benar dipilih sesuai kriteria-kriteria yang ditetapkan agama, meskipun tidak sepenuhnya sesuai dengan kriteria-kriteria tersebut. Hal ini sesuai dengan perkataan Utsman bin Abu ‘Ash Ats-Tsaqafi, yang menyatakan bahwa laki-laki yang akan menikah adalah seperti orang yang akan bercocok tanam. Dia harus memperhatikan di mana dia akan meletakkan benihnya.

Terlepas dari perbedaan pendapat mengenai nikah beda agama, di sini saya ingin menekankan bahwa hendaknya seorang laki-laki Muslim benar-benar memperhatikan dan mengamalkan hadits Nabi di atas. Sebab, pernikahan yang akan dia jalani bukan hanya sekedar main-main, tetapi sebuah ikatan suci yang akan menentukan masa depannya dan juga masa depan anak-anaknya. Karenanya, alangkah baiknya bila seorang laki-laki Muslim tidak menikah dengan wanita yang memiliki keyakinan berbeda. Kaidah seperti itu juga berlaku bagi wanita Muslimah. Artinya, seorang wanita Muslimah juga harus memilih laki-laki yang shaleh serta taat kepada Allah dan Rasul-Nya. Wallaahu A’lam….

sumber :
http://mediasilaturahim.com/?p=755

Comments

Popular posts from this blog

Antara Indonesian Idol dan ST 12

Kalo tidak salah, tahun 2008 ini merupakan tahun kelima pelaksanaan Indonesian Idol, yang ditayangkan di RCTI. Namun meski sudah lima kali, namun baru kali kelima ini saya tertarik untuk menyaksikannya. Alasannya mungkin karena ST 12, tapi mungkin juga bukan.

Tahun lalu, saya pernah mendengar dari Hp ponakan ada sebuah lagu, yang mirip dengan gaya lagu Peterpan, saya bahkan mengcopy lagu tersebut, yang ternyata milik group band yang juga berasal dari Bandung, ST 12. Lalu beberapa bulan belakangan, di program Selamat Pagi Trans7 yang saya produseri saat ini, lagu tersebut menjadi momok bagi Bima, seorang anggota tim kreative saya.

Saya dan beberapa teman, seperti Thomas, VJ tim Selamat Pagi, sering menggoda Bima, dengan memutar lagu tersebut, di Komputer saya. Belum lagi Susan, PA Selamat Pagi yang juga menggoda Bima dengan memutar lagu ST 12 menggunakan HP. Bahkan maret lalu, saat kami taping di Makassar, saya dan Susan tak hentinya menggoda Bima dengan lagu ST 12.

Awal april ini, perhel…

Haruskah Ku Melawan Dunia?

Bagaikan lirik sebuah lagu...
Kita adalah hati yang tertindas. Kitalah langkah yang berhenti berjalan. Kitalah mimpi yang tak terwujudkan....

Adalah kisah yang pernah terjadi diantara kita. Berawal dari belasan tahun lalu, kemudian redup kemudian mucul kembali, kemudian redup, muncul lagi, dan terakhir... terang tidak, redup tidak, mati pun tidak. Walau bisa jadi ini hanya terjadi di duniaku, tidak pada duniamu.

Apa yang aku telah lakukan belakangan, bagimu telah cukup bahkan lebih untuk menebus dosa-dosaku padamu dimasa lalu. Namun tetap saja itu tidak akan cukup mengembalikan semua pada posisi dimana dulu kita adalah yang paling segalanya. Sempat memang ada harap. Harap yang kusimpan cukup lama, namun tak pernah juga aku tawarkan, karena aku tau sekarang semua telah berubah dan berbeda.

Apakah layak orang yang pernah pergi, justru menunggu kembali? Sementara yang seharusnya dia tunggu tak lagi berjalan lurus mengarah padanya. Ia yang sangat ingin ditunggu olehku adalah hal yang tak …

Shalawat Tarhim Pengingat Masa Kecil

Tau Shalawat Tarhim?

Shalawat yang biasanya diperdengarkan sebelum adzan. Di Bandung ada beberapa masjid yang saya pernah dengar masih memperdengarkan shalawat ini, hingga sekarang.

Saat berkunjung ke kota-kota besar lainnya di Indonesia, seperti Padang, Medan, Palembang di Sumatera. Lalu Pontianak, Balikpapan di Kalimantan, Jogja dan kota-kota lainnya di Jawa, kota-kota lain di Indonesia Timur seperti Ternate, dan pastinya di kota-kota yang ada di Sulawasi Selatan, tak terkecuali Pinrang, masih banyak yang memutar shalawat ini sebelum memasuki waktu shalat.

Sekitar 10 kilometer arah utara kota Pinrang, adalah Leppangeng, sebuah desa yang tenang dan ramah, desa dimana saya berasal. Di desa inilah dulu semasa kecil kuping saya akrab dengan shalawat ini. Dari sebuah mushollah yang berjarak sekitar 50 meter dari rumah. Mushollah Nurul Yaqin. Saat ini telah berubah menjadi masjid, setelah diperluas dan ditingkat menjadi dua lantai.

Masa itu, sepulang sekolah setelah dhuhur dan makan siang, ka…

Its Me... Saat Liburan ke China Januari 2017

Its Me... Pada Hari Raya Idul Fitri 2017