Skip to main content

Mahram/Muhrim.. siapa sajakah???

Keharusan memakai jilbab (menutup aurat) dalam Islam sangat terkait dengan pembahasan tentang mahram. Masyarakat kita terbiasa menyebutnya dengan istilah muhrim, padahal yang benar adalah mahram. Mahram adalah wanita yang haram dinikahi oleh seorang laki-laki, baik karena faktor nasab (keturunan), radhaa’ah (sesusuan) ataupun mushaharah (pernikahan).

Seorang laki-laki dibolehkan melihat sebagian aurat wanita yang menjadi mahram. Sedangkan terhadap wanita yang bukan mahram, dia hanya dibolehkan untuk melihat wajah dan kedua tapak tangannya saja.

Penjelasan mengenai wanita-wanita yang menjadi mahram bagi seorang laki-laki, telah dijelaskan oleh Allah swt. dalam firman-Nya:

“Diharamkan atas kamu menikahi ibu-ibumu, anak-anakmu yang perempuan, saudara-saudaramu yang perempuan, saudara-saudara ayahmu yang perempuan, saudara-saudara ibumu yang perempuan, anak-anak perempuan dari saudara-saudaramu yang laki-laki, anak-anak perempuan dari saudara-saudaramu yang perempuan, ibu-ibumu yang menyusui kamu, saudara-saudara perempuanmu sesuan, ibu-Ibu isterimu (mertua), anak-anak perempuan dari isterimu (anak tiri) yang dalam pemeliharaanmu dari isteri yang telah kamu campuri, tetapi jika kamu belum campur dengan isterimu itu (dan sudah kamu ceraikan) maka tidak berdosa kamu menikahinya, dan diharamkan bagimu isteri-isteri anak kandungmu (menantu) dan diharamkan mengumpulkan dalam pernikahan dua perempuan yang bersaudara, kecuali yang telah terjadi pada masa lampau, sungguh Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Dan diharamkan juga kamu menikahi perempuan yang bersuami, kecuali hamba sahaya (tawanan perang) yang kamu miliki sebagai ketetapan Allah atas kamu……” (QS. An-Nisaa` [4]: 23-24)

Berdasarkan ayat di atas, para ulama menyimpulkan bahwa secara garis besar, mahram terbagi menjadi dua, yaitu mahram muabbad (mahram yang bersifat abadi) dan mahram ghairu muabbad (mahram yang bersifat sementara).

Mahram muabbad terbagi menjadi 3 kelompok:

a. Mahram karena faktor nasab (keturunan), mereka adalah:
- Ibu kandung, nenek dan seterusnya.
- Anak perempuan, cucuk perempuan dan seterusnya.
- Saudara perempuan, baik sekandung, seayah ataupun seibu.
- Saudara perempuan ayah.
- Saudara perempuan ibu.
- Puteri dari saudara perempuan
- Puteri dari saudara laki-laki

b. Mahram karena faktor mushaharah (pernikahan), mereka adalah:
- Ibu dari isteri (ibu mertua).
- Anak perempuan dari isteri (anak tiri).
- Isteri dari anak laki-laki (menantu peremuan).
- Isteri dari ayah (ibu tiri).

c. Mahram karena faktor radhaa’ah (susuan), mereka adalah:
- Ibu yang menyusui.
- Ibu dari wanita yang menyusui (nenek).
- Ibu dari suami yang isterinya menyusuinya.
- Anak perempuan dari ibu yang menyusui (saudara perempuan sesusuan).
- Saudara perempuan dari suami wanita yang menyusui.
- Saudara perempuan dari ibu yang menyusui.

Adapun yang termasuk katagori mahram ghairu muabbad (mahram sementara) adalah saudara perempuan dari isteri atau bibi isteri. Artinya, saudara perempuan isteri sudah tidak lagi menjadi mahram bagi seorang laki-laki bila sudah tidak ada lagi hubungan pernikahan antara dirinya dengan isterinya.

Dari penjelasan di atas, jelaslah bahwa isteri paman tidak termasuk ke dalam katagori mahram. Dari sini, maka keponakan laki-laki Anda tidaklah termasuk mahram bagi isteri Anda. Karenanya, isteri Anda pun harus selalu menutup seluruh auratnya (kecuali wajah dan tangan) di hadapan keponakan laki-laki Anda tersebut. Wallaahu A’lam….

Sumber :
Group Pecinta Qur'an & Sunnah @FB, dengan mengcopy dari http://mediasilaturahim.com/?p=1004#more-1004

Comments

Popular posts from this blog

Antara Indonesian Idol dan ST 12

Kalo tidak salah, tahun 2008 ini merupakan tahun kelima pelaksanaan Indonesian Idol, yang ditayangkan di RCTI. Namun meski sudah lima kali, namun baru kali kelima ini saya tertarik untuk menyaksikannya. Alasannya mungkin karena ST 12, tapi mungkin juga bukan.

Tahun lalu, saya pernah mendengar dari Hp ponakan ada sebuah lagu, yang mirip dengan gaya lagu Peterpan, saya bahkan mengcopy lagu tersebut, yang ternyata milik group band yang juga berasal dari Bandung, ST 12. Lalu beberapa bulan belakangan, di program Selamat Pagi Trans7 yang saya produseri saat ini, lagu tersebut menjadi momok bagi Bima, seorang anggota tim kreative saya.

Saya dan beberapa teman, seperti Thomas, VJ tim Selamat Pagi, sering menggoda Bima, dengan memutar lagu tersebut, di Komputer saya. Belum lagi Susan, PA Selamat Pagi yang juga menggoda Bima dengan memutar lagu ST 12 menggunakan HP. Bahkan maret lalu, saat kami taping di Makassar, saya dan Susan tak hentinya menggoda Bima dengan lagu ST 12.

Awal april ini, perhel…

Haruskah Ku Melawan Dunia?

Bagaikan lirik sebuah lagu...
Kita adalah hati yang tertindas. Kitalah langkah yang berhenti berjalan. Kitalah mimpi yang tak terwujudkan....

Adalah kisah yang pernah terjadi diantara kita. Berawal dari belasan tahun lalu, kemudian redup kemudian mucul kembali, kemudian redup, muncul lagi, dan terakhir... terang tidak, redup tidak, mati pun tidak. Walau bisa jadi ini hanya terjadi di duniaku, tidak pada duniamu.

Apa yang aku telah lakukan belakangan, bagimu telah cukup bahkan lebih untuk menebus dosa-dosaku padamu dimasa lalu. Namun tetap saja itu tidak akan cukup mengembalikan semua pada posisi dimana dulu kita adalah yang paling segalanya. Sempat memang ada harap. Harap yang kusimpan cukup lama, namun tak pernah juga aku tawarkan, karena aku tau sekarang semua telah berubah dan berbeda.

Apakah layak orang yang pernah pergi, justru menunggu kembali? Sementara yang seharusnya dia tunggu tak lagi berjalan lurus mengarah padanya. Ia yang sangat ingin ditunggu olehku adalah hal yang tak …

Shalawat Tarhim Pengingat Masa Kecil

Tau Shalawat Tarhim?

Shalawat yang biasanya diperdengarkan sebelum adzan. Di Bandung ada beberapa masjid yang saya pernah dengar masih memperdengarkan shalawat ini, hingga sekarang.

Saat berkunjung ke kota-kota besar lainnya di Indonesia, seperti Padang, Medan, Palembang di Sumatera. Lalu Pontianak, Balikpapan di Kalimantan, Jogja dan kota-kota lainnya di Jawa, kota-kota lain di Indonesia Timur seperti Ternate, dan pastinya di kota-kota yang ada di Sulawasi Selatan, tak terkecuali Pinrang, masih banyak yang memutar shalawat ini sebelum memasuki waktu shalat.

Sekitar 10 kilometer arah utara kota Pinrang, adalah Leppangeng, sebuah desa yang tenang dan ramah, desa dimana saya berasal. Di desa inilah dulu semasa kecil kuping saya akrab dengan shalawat ini. Dari sebuah mushollah yang berjarak sekitar 50 meter dari rumah. Mushollah Nurul Yaqin. Saat ini telah berubah menjadi masjid, setelah diperluas dan ditingkat menjadi dua lantai.

Masa itu, sepulang sekolah setelah dhuhur dan makan siang, ka…

Its Me... Saat Liburan ke China Januari 2017

Its Me... Pada Hari Raya Idul Fitri 2017