Skip to main content

Istri Tuaku, Istri Mudaku dan Teman-Temannya

Istri tuaku gak pernah protes dengan apa yang kupunya. Bisa jadi karena ia telah bisa memenuhi segala kebutuhan materinya dari usahanya sendiri. Namun perhatian dan kasih sayang, gak bisa dia beli, makanya disitulah peranku. Aku tentu amat sayang padanya. Dan jujur tak kuasa diri ini melihatnya saat menangis.

Istri mudaku, yah benar-benar masih muda. Dia begitu energik, semangat, ceria, namun dapat berubah total menjadi seseorang yang begitu rapuh, atau bahkan menjadi seseorang yang teramat galak dan terkesan sadis. Namun tetap kelembutan di wajahnya menggambarkan bahwa pun itu terjadi, pasti dia amat terpaksa melakukannya.

Teman istri tuaku jauh lebih banyak dari istri mudaku, akan tetapi aku lebih banyak kenal dan bersahabat dengan teman-teman istri mudaku. Yah dunia mereka berdua ini memang amat berbeda.

Tapi itulah, aku berada di posisi dimana kondisi mereka tak pernah bisa aku persatukan. Jadi berharap bisa serumah bertiga, hanyalah membuang-buang energi saja.

Istri tuaku, belakangan ini jauh lebih sering tak bersamaku dibanding istri mudaku. Toh dia memang telah jauh lebih dewasa. Dan istri mudaku, belakangan justru memang jauh butuh perhatian. Maka ku tak mau jauh dari sisinya.

Namun disinilah masalahnya. Entah ada apa dengan teman-teman istri mudaku ini, semakin sering kami bersama, semakin banyak pula yang menampakkan kebencian. Apa iya, karena ada diantara mereka yang dulunya dekat denganku namun ku tak jadi mempersuntingnya, dan justru menikahi istri mudaku ini?

Yah dekat dan kenal dengan teman-teman istri mudaku memang seperti inilah dampaknya. Apapun itu, aku tak akan terganggu atau tergoda. Sayangku, perhatianku, cintaku dan segala usahaku hanya untuk istri mudaku.

Trus buat istri tua? Sudahlah kalo materi dia dah aman, cukup diberi perhatian saja, itupun kalo dia lagi gak sibuk. Karena kalo sibuk tidurpun cuma sebentar, alih-alih dia minta diperhatikan.

Huah... kelak kuingin pisah dengan istri tuaku, dan tinggal bersama istri mudaku saja. Menjalani hidup bahagia selamanya. Karena apa? Karena aku begitu sayang pada istri mudaku ini. Tak peduli dengan apapun ucapan atau tingkah teman-temannya.

istriku, aku sayang kamu.

dari negeri di balik awan
14'09'09 - 22.27'
daenk mar

Comments

shanti said…
hi critanya sederhana tapi menarik krn saya bisa merasakannya, karena saya istri muda seseorang,hmmm berarti suamiku lbh sayang aku yahh? horeee tanpa bermksud menyakiti istri tua, mudah2an suatu hari aku bs hidup bahagia dgn suamiku tanpa adanya istri tua ....amiennn
salam kenal ya, saya dari kalimantan


-angel-
makasih banyak yah udah kasi komen :-)

Popular posts from this blog

Antara Indonesian Idol dan ST 12

Kalo tidak salah, tahun 2008 ini merupakan tahun kelima pelaksanaan Indonesian Idol, yang ditayangkan di RCTI. Namun meski sudah lima kali, namun baru kali kelima ini saya tertarik untuk menyaksikannya. Alasannya mungkin karena ST 12, tapi mungkin juga bukan.

Tahun lalu, saya pernah mendengar dari Hp ponakan ada sebuah lagu, yang mirip dengan gaya lagu Peterpan, saya bahkan mengcopy lagu tersebut, yang ternyata milik group band yang juga berasal dari Bandung, ST 12. Lalu beberapa bulan belakangan, di program Selamat Pagi Trans7 yang saya produseri saat ini, lagu tersebut menjadi momok bagi Bima, seorang anggota tim kreative saya.

Saya dan beberapa teman, seperti Thomas, VJ tim Selamat Pagi, sering menggoda Bima, dengan memutar lagu tersebut, di Komputer saya. Belum lagi Susan, PA Selamat Pagi yang juga menggoda Bima dengan memutar lagu ST 12 menggunakan HP. Bahkan maret lalu, saat kami taping di Makassar, saya dan Susan tak hentinya menggoda Bima dengan lagu ST 12.

Awal april ini, perhel…

Haruskah Ku Melawan Dunia?

Bagaikan lirik sebuah lagu...
Kita adalah hati yang tertindas. Kitalah langkah yang berhenti berjalan. Kitalah mimpi yang tak terwujudkan....

Adalah kisah yang pernah terjadi diantara kita. Berawal dari belasan tahun lalu, kemudian redup kemudian mucul kembali, kemudian redup, muncul lagi, dan terakhir... terang tidak, redup tidak, mati pun tidak. Walau bisa jadi ini hanya terjadi di duniaku, tidak pada duniamu.

Apa yang aku telah lakukan belakangan, bagimu telah cukup bahkan lebih untuk menebus dosa-dosaku padamu dimasa lalu. Namun tetap saja itu tidak akan cukup mengembalikan semua pada posisi dimana dulu kita adalah yang paling segalanya. Sempat memang ada harap. Harap yang kusimpan cukup lama, namun tak pernah juga aku tawarkan, karena aku tau sekarang semua telah berubah dan berbeda.

Apakah layak orang yang pernah pergi, justru menunggu kembali? Sementara yang seharusnya dia tunggu tak lagi berjalan lurus mengarah padanya. Ia yang sangat ingin ditunggu olehku adalah hal yang tak …

Shalawat Tarhim Pengingat Masa Kecil

Tau Shalawat Tarhim?

Shalawat yang biasanya diperdengarkan sebelum adzan. Di Bandung ada beberapa masjid yang saya pernah dengar masih memperdengarkan shalawat ini, hingga sekarang.

Saat berkunjung ke kota-kota besar lainnya di Indonesia, seperti Padang, Medan, Palembang di Sumatera. Lalu Pontianak, Balikpapan di Kalimantan, Jogja dan kota-kota lainnya di Jawa, kota-kota lain di Indonesia Timur seperti Ternate, dan pastinya di kota-kota yang ada di Sulawasi Selatan, tak terkecuali Pinrang, masih banyak yang memutar shalawat ini sebelum memasuki waktu shalat.

Sekitar 10 kilometer arah utara kota Pinrang, adalah Leppangeng, sebuah desa yang tenang dan ramah, desa dimana saya berasal. Di desa inilah dulu semasa kecil kuping saya akrab dengan shalawat ini. Dari sebuah mushollah yang berjarak sekitar 50 meter dari rumah. Mushollah Nurul Yaqin. Saat ini telah berubah menjadi masjid, setelah diperluas dan ditingkat menjadi dua lantai.

Masa itu, sepulang sekolah setelah dhuhur dan makan siang, ka…

Its Me... Saat Liburan ke China Januari 2017

Its Me... Pada Hari Raya Idul Fitri 2017