Skip to main content

Enam Tahun Bersama Trans Corp, Sebuah Perjalanan...

Hari ini 4 Agustus, 6 tahun lalu, empat orang pria yang datang dari Bandung, berkumpul di lobi trans tv. Keempat orang ini adalah 4 dari 6 orang yang direkrut oleh hrd trans tv di hotel santika kurang lebih 2 bulan sebelumnya.

Mereka adalah Ilham, Dauzzz, Krisna, dan Aku si Daenk Mar hehehe... Sementara 2 orang lainnya adalah Dedy untuk koresponden Cirebon, dan Rully untuk koresponden Bandung. Meski keduanya kemudian resign.

Kami berempat kemudian menuju ke lantai 3 gedung trans, dimana divisi News berada. Tiga teman tadi memang masih asing saat tiba di lantai tiga, karena kala itu merupakan kali pertama mereka masuk ke news room. Sedangkan aku, itu udah kali kesekian aku memasuki ruangan itu...

Memang beberapa bulan sebelumnya, tepatnya 4 april hingga 4 Mei 2003, aku pernah magang di Program Kriminal Trans Tv. Program yang kini sudah tak ada, namun tetap dikenang pastinya. Hmm program yang luar biasa. Disini ada Mas Shanta dan mba Yuni yang jadi produser. Timnya banyak, ada Dianing, Mira, Bang Erwin, Mufthi, Nugie, Yayan, Jangkung, Kosasih, Cakra, dan lainnya. Sebulan magang, cukup memberi pelajaran berarti buatku kala itu.

Ok, kembali ke 4 Agustus 2003, aku yang sudah kenal dengan lumayan banyak orang di lantai 3, langsung menemui mereka satu persatu dan "meminta ijin" untuk bergabung lagi, namun kali ini bukan anak magang.

Ya, hari senin pertama dibulan agustus tahun 2003 itulah aku resmi bergabung sebagai karyawan di Trans Tv.

Dari hari itulah, petualangan-demi petualangan dalam mencari, merangkum, dan membuat berita aku jalani. Tak terkecuali perihal cinta hehehe...

Rasanya telah lebih dari separo indonesia yang aku datangi sejak saat itu hingga kini. Meski memang tak semuanya karena tugas dari kantor. yang pasti yang sifatnya liburanpun juga menggunakan tabungan yang disisikan dari gaji atau bonus hehehe...

Adalah Mas Iwan, Bang Teguh, Mas Agus, dan Pak Noko (hrd) yang merekrut kami di Cirebon, sekitar Juni. Kalo aku gak salah hanya mas Iwanlah dari mereka yang kini tak lagi bergabung di Trans.

Sejak hari pertama itu hingga hampir dua tahun kemudian aku berada di program bulletin dan current affair. Kriminal, Reportaser, Interogasi, Buka Mata, Good Morning, dll. Kemudian pernah juga bergabung dengan Kejamnya Dunia walau hanya 2 bulan. Memang aku lebih lama di Reportase, sebagai VJ, yang awalnya hanya reporter.

Aku juga pernah mengerjakan program khusus dibawah mba Titin sebagai Produser, Ridho Allah dan Menguntai Kasih Aceh.

Meja korlip pun tak luput dari jemariku. Aku pernah menjadi staff korlip selama 6 bulan, bersama Kang Dede, Kang Kiki, dan my big bro Arief Budiman. Tiga orang hebat menurutku dari sekian banyak orang yang berhasil mengangkat nama Reportase.

Masa akhir di Trans Tv, uniknya juga terjadi di bulan agustus, aku baru saja diangkat menjadi asisten produser untuk korlip, saat aku dan belasan teman di news pindah ke TV7 yang baru saja menjadi bagian dari TRANS Corp.

Dan sejak saat itu, 4 Agustus 2006, aku dan juga ilham sesama anggota rekrutan Cirebon gabung di TV7 yang pada desember 2006 berubah nama menjadi TRANS7.

Awalnya di TV7& aku bergabung di Kupas Tuntas bersama Niki dan Juju (dari Trans Tv juga) dengan Agus Cahyadi, Gadis, Dom, Ferdy (teman-teman yang dari TV7). Disinilah petualangan baru dimulai dibawah bendera TV7 (kemudian TRANS7).

Tak berapa lama di kupas tuntas, yag aku ingat adalah tak lam,a setelah mendatangkan Sumanto ke Jakarta, aku masuk tim baru yakni Selamat Pagi, yang resmi mengudara per 8 januari 2007.

Satu tahun kemudian, maret 2008 aku diberi kepercayaan menjadi produser di program ini, hingga hari ini, hingga saat dimana note ini aku tulis di komputer, dimana aku baru saja menyelesaikan rundown selamat pagi untuk hari selasa 4 agustus 2009 ini.

6 tahun bukan waktu singkat. Seorang anak sudah ada di TK bahkan SD kelas 1 pada usia itu. Namun meski demikian, aku belum merasa apa-apa. Aku masih sama seperti dulu.

Memang banyak hal baru yang aku dapat, pengalaman hidup yang bertambah, terlebih dalam dunia pertelevisian. Namun semua belum berakhir disini. Aku masih harus banyak belajar. Karena aku belum merasa menjadi apa-apa di stasiun televisi yang telah membesarkanku ini.

Terima kasih bagi kakakku yang telah membukakan pintu bagiku memasuki dunia keras namun menyenangkan ini.

Terima kasih bagi mas Iwan, Mba Muni, Bang Teguh dan Mas Shanta, orang dari Trans Tv yang pertama kali aku kenal, saat hari pertama magang, di ruang kaca lantai 3, pada sebuah jum'at sore.

Dan terima kasih juga tentu pada Mba Titin yang telah banyak memberi ilmu dan kepercayaan bagi saya.

Mas Tama dan Mba Atiek, yang begitu baik, meski ia seorang pemimpin (baca dirut), tetap mau berbagai dan bersahabat dengan kami.

Pak Ishadi yang banyak berbagi cerita dan pengalamannya, sebagai contoh bagi kami para jurnalis baru. Dan terlebih saat memberikan kepercayaan luar biasa untuk mewakili beliau dalam sebuah kunjungan ke Maluku Utara. Dan juga perjalanan ke Tokyo bersama rombongan wapres tahun 2005.

Ah... tak kan habis rasanya nama orang aku sebut satu persatu untuk diucapkan terima kasih.

Intinya, terima kasihku tak terhingga bagi semua yang telah membuat aku begini dan bertahan disini.

Perjalananku masih panjang. Insya Allah...

dari meja kerjaku
di lantai 5 gedung trans

daenk mar
04'08'09 - 07:06

Comments

KOKON9LOVE said…
Wah...group Trans7 juga...biz postingnya sama dengan yang barusan aku kunjungi...
Sukses selau deh dalam kariernya...
rahmadhany said…
good story kang..
jd inget tanggal 4 agustus 2009, ini juga tanggal bersejarah bagi saya, saya ulang tahun yang ke - 26 hihihi
sukses terus ya akang..
Muh. Asri Rasma said…
kokon9love : iya aku produsernya selamat pagi yang di trans7
rahmadhany : ini dede bukan ya? selamat ulang tahun kalo gitu ya :-)
Wah..enak ya jadi broadcaster..
mungkin 2 sampai 3 tahun lagi saya akan ikut bergabung.. Insya Allah..
Tunggu saya Trans Corp !!!
Febry said…
alooo... Mas Daeng... seru banget deh baca curhatannya hihhiiii....

jadi pengen punya kerjaan kaya dirimu hehehe...

sukses terus ya Mas....

Popular posts from this blog

Antara Indonesian Idol dan ST 12

Kalo tidak salah, tahun 2008 ini merupakan tahun kelima pelaksanaan Indonesian Idol, yang ditayangkan di RCTI. Namun meski sudah lima kali, namun baru kali kelima ini saya tertarik untuk menyaksikannya. Alasannya mungkin karena ST 12, tapi mungkin juga bukan.

Tahun lalu, saya pernah mendengar dari Hp ponakan ada sebuah lagu, yang mirip dengan gaya lagu Peterpan, saya bahkan mengcopy lagu tersebut, yang ternyata milik group band yang juga berasal dari Bandung, ST 12. Lalu beberapa bulan belakangan, di program Selamat Pagi Trans7 yang saya produseri saat ini, lagu tersebut menjadi momok bagi Bima, seorang anggota tim kreative saya.

Saya dan beberapa teman, seperti Thomas, VJ tim Selamat Pagi, sering menggoda Bima, dengan memutar lagu tersebut, di Komputer saya. Belum lagi Susan, PA Selamat Pagi yang juga menggoda Bima dengan memutar lagu ST 12 menggunakan HP. Bahkan maret lalu, saat kami taping di Makassar, saya dan Susan tak hentinya menggoda Bima dengan lagu ST 12.

Awal april ini, perhel…

Haruskah Ku Melawan Dunia?

Bagaikan lirik sebuah lagu...
Kita adalah hati yang tertindas. Kitalah langkah yang berhenti berjalan. Kitalah mimpi yang tak terwujudkan....

Adalah kisah yang pernah terjadi diantara kita. Berawal dari belasan tahun lalu, kemudian redup kemudian mucul kembali, kemudian redup, muncul lagi, dan terakhir... terang tidak, redup tidak, mati pun tidak. Walau bisa jadi ini hanya terjadi di duniaku, tidak pada duniamu.

Apa yang aku telah lakukan belakangan, bagimu telah cukup bahkan lebih untuk menebus dosa-dosaku padamu dimasa lalu. Namun tetap saja itu tidak akan cukup mengembalikan semua pada posisi dimana dulu kita adalah yang paling segalanya. Sempat memang ada harap. Harap yang kusimpan cukup lama, namun tak pernah juga aku tawarkan, karena aku tau sekarang semua telah berubah dan berbeda.

Apakah layak orang yang pernah pergi, justru menunggu kembali? Sementara yang seharusnya dia tunggu tak lagi berjalan lurus mengarah padanya. Ia yang sangat ingin ditunggu olehku adalah hal yang tak …

Shalawat Tarhim Pengingat Masa Kecil

Tau Shalawat Tarhim?

Shalawat yang biasanya diperdengarkan sebelum adzan. Di Bandung ada beberapa masjid yang saya pernah dengar masih memperdengarkan shalawat ini, hingga sekarang.

Saat berkunjung ke kota-kota besar lainnya di Indonesia, seperti Padang, Medan, Palembang di Sumatera. Lalu Pontianak, Balikpapan di Kalimantan, Jogja dan kota-kota lainnya di Jawa, kota-kota lain di Indonesia Timur seperti Ternate, dan pastinya di kota-kota yang ada di Sulawasi Selatan, tak terkecuali Pinrang, masih banyak yang memutar shalawat ini sebelum memasuki waktu shalat.

Sekitar 10 kilometer arah utara kota Pinrang, adalah Leppangeng, sebuah desa yang tenang dan ramah, desa dimana saya berasal. Di desa inilah dulu semasa kecil kuping saya akrab dengan shalawat ini. Dari sebuah mushollah yang berjarak sekitar 50 meter dari rumah. Mushollah Nurul Yaqin. Saat ini telah berubah menjadi masjid, setelah diperluas dan ditingkat menjadi dua lantai.

Masa itu, sepulang sekolah setelah dhuhur dan makan siang, ka…

Its Me... Saat Liburan ke China Januari 2017

Its Me... Pada Hari Raya Idul Fitri 2017