Skip to main content

Toilet Bandara

Minggu pagi, sekitar jam 7, 31 Juli kemarin tiba-tiba perut ini mulas. Segera saya menuju toilet di terminal 1 A bandara Soekarno Hatta. kebetulan memang saya lagi mengnatar kakak yang aka pulang ke Palu, Sulteng.

Toilet yang berada di bawah tangga dan pintu masuknya berada di ruang tunggu bus damri tersebut sedang penuh, aduh harus nunggu. Tapi setelah saya cek ada satu yang kosong, lalu kenapa orang antri? ternyata toilet yang kosong itu jorok banget, ada orang yang habis buang air tapi gak disiram. Saya pun gak jadi masuk.

Itu hanya satu gambaran kecil yang saya alami, dan mungkin juga pernah orang lain alami. Benang merahnya adalah bandara sebesar Soekarno Hatta, yang merupakan pintu masuk orang dari luar negeri, toiletnya gak bersih. Coba kali lain maen ke mall taman anggrek dan liat toiletnya, bersih banget.

Saya jadi teringat awal tahun 2005 lalu, saat pulang dari Meulaboh dan transit di bandara polonia medan, ampun toiletnya jorok dan kotor banget. belum lagi baunya.

Akhir mei 2006 lalu, saat akan berkunjung ke Tokyo, ikut rombongan JK, kami para wartawan menunggu di ruang VIP terminal 1 Bandara Soekarno Hatta, toiletnya amat bagus dan bersih. Kenapa yah toilet yang lain gak bersih seperti itu, ah jadi kepengen bilang "TANYA KENAPA?"

Masalah toilet ini sebenarnya juga terjadi di terminal bus maupun stasiun kereta. Memang tidak sepenuhnya harus diurus oleh cleaning service, tapi kita sebagai penjaga toilet juga harus bersih, anggap aja make toilet dirumah, jadinya gak akan jorok.

Saya pribadi menilai rumah seseorang dari toiletnya, kadang-kadang. Jadi kalo toiletnya bersih, pasti rumahnya juga bersih. Mudah mudahan gak salah hehehe....

Comments

Popular posts from this blog

Antara Indonesian Idol dan ST 12

Kalo tidak salah, tahun 2008 ini merupakan tahun kelima pelaksanaan Indonesian Idol, yang ditayangkan di RCTI. Namun meski sudah lima kali, namun baru kali kelima ini saya tertarik untuk menyaksikannya. Alasannya mungkin karena ST 12, tapi mungkin juga bukan.

Tahun lalu, saya pernah mendengar dari Hp ponakan ada sebuah lagu, yang mirip dengan gaya lagu Peterpan, saya bahkan mengcopy lagu tersebut, yang ternyata milik group band yang juga berasal dari Bandung, ST 12. Lalu beberapa bulan belakangan, di program Selamat Pagi Trans7 yang saya produseri saat ini, lagu tersebut menjadi momok bagi Bima, seorang anggota tim kreative saya.

Saya dan beberapa teman, seperti Thomas, VJ tim Selamat Pagi, sering menggoda Bima, dengan memutar lagu tersebut, di Komputer saya. Belum lagi Susan, PA Selamat Pagi yang juga menggoda Bima dengan memutar lagu ST 12 menggunakan HP. Bahkan maret lalu, saat kami taping di Makassar, saya dan Susan tak hentinya menggoda Bima dengan lagu ST 12.

Awal april ini, perhel…

Haruskah Ku Melawan Dunia?

Bagaikan lirik sebuah lagu...
Kita adalah hati yang tertindas. Kitalah langkah yang berhenti berjalan. Kitalah mimpi yang tak terwujudkan....

Adalah kisah yang pernah terjadi diantara kita. Berawal dari belasan tahun lalu, kemudian redup kemudian mucul kembali, kemudian redup, muncul lagi, dan terakhir... terang tidak, redup tidak, mati pun tidak. Walau bisa jadi ini hanya terjadi di duniaku, tidak pada duniamu.

Apa yang aku telah lakukan belakangan, bagimu telah cukup bahkan lebih untuk menebus dosa-dosaku padamu dimasa lalu. Namun tetap saja itu tidak akan cukup mengembalikan semua pada posisi dimana dulu kita adalah yang paling segalanya. Sempat memang ada harap. Harap yang kusimpan cukup lama, namun tak pernah juga aku tawarkan, karena aku tau sekarang semua telah berubah dan berbeda.

Apakah layak orang yang pernah pergi, justru menunggu kembali? Sementara yang seharusnya dia tunggu tak lagi berjalan lurus mengarah padanya. Ia yang sangat ingin ditunggu olehku adalah hal yang tak …

Shalawat Tarhim Pengingat Masa Kecil

Tau Shalawat Tarhim?

Shalawat yang biasanya diperdengarkan sebelum adzan. Di Bandung ada beberapa masjid yang saya pernah dengar masih memperdengarkan shalawat ini, hingga sekarang.

Saat berkunjung ke kota-kota besar lainnya di Indonesia, seperti Padang, Medan, Palembang di Sumatera. Lalu Pontianak, Balikpapan di Kalimantan, Jogja dan kota-kota lainnya di Jawa, kota-kota lain di Indonesia Timur seperti Ternate, dan pastinya di kota-kota yang ada di Sulawasi Selatan, tak terkecuali Pinrang, masih banyak yang memutar shalawat ini sebelum memasuki waktu shalat.

Sekitar 10 kilometer arah utara kota Pinrang, adalah Leppangeng, sebuah desa yang tenang dan ramah, desa dimana saya berasal. Di desa inilah dulu semasa kecil kuping saya akrab dengan shalawat ini. Dari sebuah mushollah yang berjarak sekitar 50 meter dari rumah. Mushollah Nurul Yaqin. Saat ini telah berubah menjadi masjid, setelah diperluas dan ditingkat menjadi dua lantai.

Masa itu, sepulang sekolah setelah dhuhur dan makan siang, ka…

Its Me... Saat Liburan ke China Januari 2017

Its Me... Pada Hari Raya Idul Fitri 2017