Skip to main content

Antara Metroseksual, Retroseksual, Teknoseksual dan Uberseksual

Dapat dari google, yang nulis namanya hadry.

METROSEKSUAL

Istilah yang dipopulerkan oleh jurnalis Inggris, Mark Simpson ini mengacu pada lelaki yang memiliki sense estetika yang tinggi, sehingga mau mengorbankan uang dan waktunya untuk penampilan alias keindahan fisik dan fesyen, juga gaya hidup.

Jika sebelumnya perilaku semacam ini lebih banyak dimiliki lelaki penyuka sesama jenisnya (entah statistiknya dari mana, tapi yang jelas literatur banyak menulis begitu), lelaki metroseksual justru bisa saja berorientasi heteroseksual. Dengan kata lain, mereka menunjukkan sisi feminin secara penampilan, tanpa harus menjadi keperempuan-perempuanan.

Sesuai akar katanya, metro yang berarti perkotaan, biasanya lelaki metroseksual adalah lelaki muda perkotaan dengan penghasilan cukup sampai tinggi. Maka dari itu mereka mampu merogoh kantongnya untuk belanja di toko-toko terbaik di kotanya, pergi ke klub dan berolahraga di gym paling oke dan merawat diri di salon atau bahkan spa. Agaknya fenomena ini tak lepas dari booming industri kecantikan dan fesyen, yang tak lagi puas dengan persaingan yang ketat memperebutkan pasar di dunia perempuan, lalu merambah ke pasar kaum lelaki.

Tapi beberapa filosof menganggap, ini adalah tanda kekhawatiran sebagian laki-laki melihat fakta yang ada bahwa perempuan semakin eksis di berbagai bidang. Metroseksual tak lepas dari booming industri kecantikan dan fesyen.

RETROSEKSUAL

Lelaki retroseksual adalah mereka yang kurang tertarik memperhatikan penampilan dan gaya hidupnya. Kalaupun toh mereka punya minat ke arah sana, mungkin sebatas mengenakan deodoran dan menyisir rambutnya setiap habis mandi. Retro, masa lampau, menjelaskan bahwa lelaki tipe inilah yang paling banyak kita jumpai di masa kini dan masa lampau.

Sebagian orang bahkan menghubungkan retroseksual dengan sikap gentlemen yang klasik, seperti membukakan pintu bagi perempuan, bisa memperbaiki kran yang bocor, bahkan membayar bill pada setiap kencan. Apa benar ini adalah monopoli retroseksual?

TEKNOSEKSUAL

Istilah teknoseksual untuk menggambarkan para metroseksual yang mewujudkan sisi narsistiknya lewat kecanggihan teknologi. Sebagai bagian dari gaya hidupnya, mereka selalu memiliki telepon genggam, PDA, notebook, kamera digital dan iPod tercanggih, tampil dalam blog atau situs web yang aktual baik dalam isi maupun desain, serta selalu up-to-date dengan software terbaru yang beredar. Gadgeteer mungkin salah satu istilah yang memiliki makna mirip, tapi minus sisi keindahan penampilan metroseksual yang juga dimiliki para teknoseksual.

UBERSEKSUAL

Uberseksual, tidak seperti ketiga tipe di atas, tidak menitikberatkan tinjauan pada faktor fisik dan tampilan. Mereka ini adalah lelaki yang penuh percaya diri, dinamis, tetapi mempunyai prinsip dan kepribadian kuat. Charming. Kalau kebetulan juga indah dipandang, lebih baik lagi. Ambil contoh Bono vokalis U2 atau bahkan Susilo Bambang Yudoyono.

Istilah yang pertama kali digunakan Marian Salzman di paruh kedua tahun 2005 ini memiliki akar kata bahasa Jerman ├╝ber yang berarti “di atas”. Bisa jadi uberseksual merupakan perkembangan lebih lanjut dari retroseksual. Para retroseksual dengan inner handsomeness (nggak ada ya, istilah ini?) sehingga menjadi lebih menarik dan percaya diri. Waktu dan energi yang mereka punya, tidak digunakan untuk luluran di salon, tapi untuk membaca buku-buku penting untuk memperkaya wawasan uberseksual merupakan perkembangan lebih lanjut dari retroseksual dengan inner handsomeness.

salam
MAR RASJID

Comments

Popular posts from this blog

Antara Indonesian Idol dan ST 12

Kalo tidak salah, tahun 2008 ini merupakan tahun kelima pelaksanaan Indonesian Idol, yang ditayangkan di RCTI. Namun meski sudah lima kali, namun baru kali kelima ini saya tertarik untuk menyaksikannya. Alasannya mungkin karena ST 12, tapi mungkin juga bukan.

Tahun lalu, saya pernah mendengar dari Hp ponakan ada sebuah lagu, yang mirip dengan gaya lagu Peterpan, saya bahkan mengcopy lagu tersebut, yang ternyata milik group band yang juga berasal dari Bandung, ST 12. Lalu beberapa bulan belakangan, di program Selamat Pagi Trans7 yang saya produseri saat ini, lagu tersebut menjadi momok bagi Bima, seorang anggota tim kreative saya.

Saya dan beberapa teman, seperti Thomas, VJ tim Selamat Pagi, sering menggoda Bima, dengan memutar lagu tersebut, di Komputer saya. Belum lagi Susan, PA Selamat Pagi yang juga menggoda Bima dengan memutar lagu ST 12 menggunakan HP. Bahkan maret lalu, saat kami taping di Makassar, saya dan Susan tak hentinya menggoda Bima dengan lagu ST 12.

Awal april ini, perhel…

Haruskah Ku Melawan Dunia?

Bagaikan lirik sebuah lagu...
Kita adalah hati yang tertindas. Kitalah langkah yang berhenti berjalan. Kitalah mimpi yang tak terwujudkan....

Adalah kisah yang pernah terjadi diantara kita. Berawal dari belasan tahun lalu, kemudian redup kemudian mucul kembali, kemudian redup, muncul lagi, dan terakhir... terang tidak, redup tidak, mati pun tidak. Walau bisa jadi ini hanya terjadi di duniaku, tidak pada duniamu.

Apa yang aku telah lakukan belakangan, bagimu telah cukup bahkan lebih untuk menebus dosa-dosaku padamu dimasa lalu. Namun tetap saja itu tidak akan cukup mengembalikan semua pada posisi dimana dulu kita adalah yang paling segalanya. Sempat memang ada harap. Harap yang kusimpan cukup lama, namun tak pernah juga aku tawarkan, karena aku tau sekarang semua telah berubah dan berbeda.

Apakah layak orang yang pernah pergi, justru menunggu kembali? Sementara yang seharusnya dia tunggu tak lagi berjalan lurus mengarah padanya. Ia yang sangat ingin ditunggu olehku adalah hal yang tak …

Shalawat Tarhim Pengingat Masa Kecil

Tau Shalawat Tarhim?

Shalawat yang biasanya diperdengarkan sebelum adzan. Di Bandung ada beberapa masjid yang saya pernah dengar masih memperdengarkan shalawat ini, hingga sekarang.

Saat berkunjung ke kota-kota besar lainnya di Indonesia, seperti Padang, Medan, Palembang di Sumatera. Lalu Pontianak, Balikpapan di Kalimantan, Jogja dan kota-kota lainnya di Jawa, kota-kota lain di Indonesia Timur seperti Ternate, dan pastinya di kota-kota yang ada di Sulawasi Selatan, tak terkecuali Pinrang, masih banyak yang memutar shalawat ini sebelum memasuki waktu shalat.

Sekitar 10 kilometer arah utara kota Pinrang, adalah Leppangeng, sebuah desa yang tenang dan ramah, desa dimana saya berasal. Di desa inilah dulu semasa kecil kuping saya akrab dengan shalawat ini. Dari sebuah mushollah yang berjarak sekitar 50 meter dari rumah. Mushollah Nurul Yaqin. Saat ini telah berubah menjadi masjid, setelah diperluas dan ditingkat menjadi dua lantai.

Masa itu, sepulang sekolah setelah dhuhur dan makan siang, ka…

Its Me... Saat Liburan ke China Januari 2017

Its Me... Pada Hari Raya Idul Fitri 2017