Skip to main content

4 Malam Yang Lelah

Minggu ini saya kebagian liputan malam alias jaga malam (jamal). Malam pertama nongkrong di RSPP sampai jam 2 dini hari. Duduk kayak orang bego di depan lobi tengah rumah sakit itu, menanti-nanti kalo ada berita terbaru, atau ada orang yang mengunjungi pak Harto yang sedang dirawat. Waktu tiba sekitar jam 9 malam, masih agak rame. Tapi satu persatu anak-anak media lain pulang. Pertama anteve, gak lama sctv, trus tpi, dan terakhir jam 1 dini hari Media Indonesia juga pulang. Jadilah sendiri, udah gitu VJ lagi. Untung ada 2 anak baru yang tandem.

Malam kedua, kembali lagi ke RSPP, masih VJ. Kali ini lebih rame, selain karena tandemnya jadi 3, media yang datang juga banyak sekali. Tiba di sana sekitar jam 8 minggu malam. Malam itu pak Harto dioperasi dari jam 9.20 sampe 00.20. Sambil nunggu kabar mengenai operasi, semua wartawan yang ada di depan lobi tengah RSPP berjaga-jaga dan berusaha tidak tertidur.

Hampir tengah malam sebuah toyota alphard masuk ke depan lobi, semua kamera mengarah padanya. Sepasang suami istri turun kemudian masuk ke rumah sakit. Semua kejadian itu terekam oleh semua kamera tv dan kamera foto, gak taunya orang biasa yang gak bermaksud jenguk pak Harto, hehehe...

Gak lama berselang, muncul Hamid Awaluddin, eh kita semua malah cuma bengong dan baru ambil kamera untuk merekam setelah beliau hampir tiba di pintu masuk. Memang dalam situasi seperti itu, kita harus banyak hapal wajah orang. kalo gak yah bisa salah ambil. lewat tengah malam, Hamid keluar dari pintu UGD, jadilah kami berlarian ke sana untuk mengambil gambar. Sekitar 30 menit kemudian salah satu dokter yang ikut melakukan operasi pada pak harto, keluar di lobi tengah, lari lagilah kembali. Jam 1 dinihari malah jogging sambil bawa kamera. Yah begitu lah kalo lagi memburu berita di dua titik, sementara cuma satu tim.

Untunglah pas tim dokter mengadakan konpers sekitar 1.30 senin dinihari, udah ada tim satu lagi, jadi saat saya ke lantai 3, ada satu tim yang jaga di lobi. Sehabis konpers, saya kembali ke kantor untuk membuat naskah untuk Reportase Pagi, setelah itu kembali ke RSPP lagi. Kali ini saya jaga di depan UGD, karena tim lain di lobi tengah. Sampai pagi tidak ada perkembangan apa-apa, tapi beredar kabar pak Harto belum siuman, padahal mestinya udah siuman jam 4 subuh.

Jadilah kami yang seharusnya sudah pulang jam 6, harus menunggu lebih. Jam 7 tim pagi tiba, tapi yang diganti tim di lobi tengah, jadinya saya masih harus jaga sampai jam 9.00 pagi. Lumayan dari 8 malam sampai 9 pagi di RSPP.

Sekitar jam 5, SNG sctv merapat, jam 7an sng Metro Tv juga merapat. Semuanya siap-siap untuk live. Tapi yang pasti Trans TV juga live hari itu sebanyak 3 kali dari RSPP.

Malam ke tiga, suasana wartawan kembali sepi. Satu persatu pulang. Tinggallah saya (trans tv), metro tv, tpi, jack tv, dan media indonesia. Malam itu hanya menteri agama saja yang datang. Alhasil sangat berbeda dengan malam sebelumnya, kali ini sepi. Jadilah kami main domino dari jam 2 hingga 5 subuh. Yah penantian yang membosankan.

Beruntung malam ke empat, malam terakhir jamal, aku liputan pentas seni tari korea di balai sarbini. Setelah itu meliput kedatangan presiden Iran, Mahmoud Ahmadinejad, di Halim Perdana Kusuma, Jakarta Timur.

Yah lumayan, empat malam yang melelahkan sepanjang sejarah aku jamal. dan hampir 3 tahun di trans, baru minggu ini jamal ampe ketemu matahari.

MAR RASJID

Comments

Popular posts from this blog

Antara Indonesian Idol dan ST 12

Kalo tidak salah, tahun 2008 ini merupakan tahun kelima pelaksanaan Indonesian Idol, yang ditayangkan di RCTI. Namun meski sudah lima kali, namun baru kali kelima ini saya tertarik untuk menyaksikannya. Alasannya mungkin karena ST 12, tapi mungkin juga bukan.

Tahun lalu, saya pernah mendengar dari Hp ponakan ada sebuah lagu, yang mirip dengan gaya lagu Peterpan, saya bahkan mengcopy lagu tersebut, yang ternyata milik group band yang juga berasal dari Bandung, ST 12. Lalu beberapa bulan belakangan, di program Selamat Pagi Trans7 yang saya produseri saat ini, lagu tersebut menjadi momok bagi Bima, seorang anggota tim kreative saya.

Saya dan beberapa teman, seperti Thomas, VJ tim Selamat Pagi, sering menggoda Bima, dengan memutar lagu tersebut, di Komputer saya. Belum lagi Susan, PA Selamat Pagi yang juga menggoda Bima dengan memutar lagu ST 12 menggunakan HP. Bahkan maret lalu, saat kami taping di Makassar, saya dan Susan tak hentinya menggoda Bima dengan lagu ST 12.

Awal april ini, perhel…

Haruskah Ku Melawan Dunia?

Bagaikan lirik sebuah lagu...
Kita adalah hati yang tertindas. Kitalah langkah yang berhenti berjalan. Kitalah mimpi yang tak terwujudkan....

Adalah kisah yang pernah terjadi diantara kita. Berawal dari belasan tahun lalu, kemudian redup kemudian mucul kembali, kemudian redup, muncul lagi, dan terakhir... terang tidak, redup tidak, mati pun tidak. Walau bisa jadi ini hanya terjadi di duniaku, tidak pada duniamu.

Apa yang aku telah lakukan belakangan, bagimu telah cukup bahkan lebih untuk menebus dosa-dosaku padamu dimasa lalu. Namun tetap saja itu tidak akan cukup mengembalikan semua pada posisi dimana dulu kita adalah yang paling segalanya. Sempat memang ada harap. Harap yang kusimpan cukup lama, namun tak pernah juga aku tawarkan, karena aku tau sekarang semua telah berubah dan berbeda.

Apakah layak orang yang pernah pergi, justru menunggu kembali? Sementara yang seharusnya dia tunggu tak lagi berjalan lurus mengarah padanya. Ia yang sangat ingin ditunggu olehku adalah hal yang tak …

Shalawat Tarhim Pengingat Masa Kecil

Tau Shalawat Tarhim?

Shalawat yang biasanya diperdengarkan sebelum adzan. Di Bandung ada beberapa masjid yang saya pernah dengar masih memperdengarkan shalawat ini, hingga sekarang.

Saat berkunjung ke kota-kota besar lainnya di Indonesia, seperti Padang, Medan, Palembang di Sumatera. Lalu Pontianak, Balikpapan di Kalimantan, Jogja dan kota-kota lainnya di Jawa, kota-kota lain di Indonesia Timur seperti Ternate, dan pastinya di kota-kota yang ada di Sulawasi Selatan, tak terkecuali Pinrang, masih banyak yang memutar shalawat ini sebelum memasuki waktu shalat.

Sekitar 10 kilometer arah utara kota Pinrang, adalah Leppangeng, sebuah desa yang tenang dan ramah, desa dimana saya berasal. Di desa inilah dulu semasa kecil kuping saya akrab dengan shalawat ini. Dari sebuah mushollah yang berjarak sekitar 50 meter dari rumah. Mushollah Nurul Yaqin. Saat ini telah berubah menjadi masjid, setelah diperluas dan ditingkat menjadi dua lantai.

Masa itu, sepulang sekolah setelah dhuhur dan makan siang, ka…

Its Me... Saat Liburan ke China Januari 2017

Its Me... Pada Hari Raya Idul Fitri 2017