Skip to main content

Kantin MMK

Kantin Murah Meriah Kenyang... Yah nama itu aku kasi buat sederet pedagang makanan kaki lima yang saban pagi aku dan temen-temen samperin.

Pernah melintas di jalan Kapten P. Tendean? Kalo dari arah Gatot Subroto, setelah belok kiri, yang tampak paling mencolok, mungkin gedung Menara Bank Mega dan Gedung Trans Tv. Nah setelah itu ada restoran masakan padang. Di sekitar parkiran restoran ini lah kantin MMK berada. (sekali lagi "Kantin MMK" hanyalah julukan yang aku berikan)

Sekitar ba'da subuh sampai jam sembilanan pagi, sederet gerobak pedagang makanan mangkal di areal yang gak lebih dari 10 x 10 meter itu. Mau makan apa? Asal jangan yang aneh-aneh, rasanya ada semuanya disini. Soto ayam, lontong sayur, bubur ayam, nasi uduk, gorengan, mie ayam, bubur kacang hijau, jus, dan warung rokok yang jual aneka soft drink.

Untuk sekedar mengisi perut di pagi hari (baca:sarapan), lebih dari cukuplah. Dan, harganya murah banget. Contoh, satu mangkuk soto ayam hanya 4000 rupiah. Satu porsi lontong sayur dan pake telur cuma 3500 rupiah. Nasi uduk pake telur, tahu, gorengan cuma 5000 rupiah. Yang lainnya kurang lebih sekitar segitulah. Not more 5000 rupiah lah. Minumannya juga murah kok, kisaran 500-2500 rupiah.

Kesibukan pedagang makanan tersebut terbayar dengan laris manisnya jualan mereka. Disaat mereka meninggalkan lokasi saat matahari mulai meninggi, dagangan dah pasti laris ris ris...

Yang dateng ke sana, jangan dikira hanya orang bawah atau orang kecil. Bisa dibilang, dari berbagai lapisan kalangan sarapan di tempat ini. Dan sebagai anak kost, pastilah ini solusi sarapan yang paling top.

Yang lebih keren lagi, disini sistemnya kepercayaan. Bukan kayak di food court yang harus bayar dulu baru bisa dapat makanan, tetapi makan dulu baru bayar. Buat orang yang gak jujur, bisa aja kabur sehabis makan. Tapi itu tadi, kepercayaan dari pedagang adalah hal yang harus dibayar dengan kejujuran pembeli.

Belum pernah sarapan disana? Yah gak ada salahnya sekali-kali mampir dan sarapan disana.

Comments

Popular posts from this blog

Antara Indonesian Idol dan ST 12

Kalo tidak salah, tahun 2008 ini merupakan tahun kelima pelaksanaan Indonesian Idol, yang ditayangkan di RCTI. Namun meski sudah lima kali, namun baru kali kelima ini saya tertarik untuk menyaksikannya. Alasannya mungkin karena ST 12, tapi mungkin juga bukan.

Tahun lalu, saya pernah mendengar dari Hp ponakan ada sebuah lagu, yang mirip dengan gaya lagu Peterpan, saya bahkan mengcopy lagu tersebut, yang ternyata milik group band yang juga berasal dari Bandung, ST 12. Lalu beberapa bulan belakangan, di program Selamat Pagi Trans7 yang saya produseri saat ini, lagu tersebut menjadi momok bagi Bima, seorang anggota tim kreative saya.

Saya dan beberapa teman, seperti Thomas, VJ tim Selamat Pagi, sering menggoda Bima, dengan memutar lagu tersebut, di Komputer saya. Belum lagi Susan, PA Selamat Pagi yang juga menggoda Bima dengan memutar lagu ST 12 menggunakan HP. Bahkan maret lalu, saat kami taping di Makassar, saya dan Susan tak hentinya menggoda Bima dengan lagu ST 12.

Awal april ini, perhel…

Haruskah Ku Melawan Dunia?

Bagaikan lirik sebuah lagu...
Kita adalah hati yang tertindas. Kitalah langkah yang berhenti berjalan. Kitalah mimpi yang tak terwujudkan....

Adalah kisah yang pernah terjadi diantara kita. Berawal dari belasan tahun lalu, kemudian redup kemudian mucul kembali, kemudian redup, muncul lagi, dan terakhir... terang tidak, redup tidak, mati pun tidak. Walau bisa jadi ini hanya terjadi di duniaku, tidak pada duniamu.

Apa yang aku telah lakukan belakangan, bagimu telah cukup bahkan lebih untuk menebus dosa-dosaku padamu dimasa lalu. Namun tetap saja itu tidak akan cukup mengembalikan semua pada posisi dimana dulu kita adalah yang paling segalanya. Sempat memang ada harap. Harap yang kusimpan cukup lama, namun tak pernah juga aku tawarkan, karena aku tau sekarang semua telah berubah dan berbeda.

Apakah layak orang yang pernah pergi, justru menunggu kembali? Sementara yang seharusnya dia tunggu tak lagi berjalan lurus mengarah padanya. Ia yang sangat ingin ditunggu olehku adalah hal yang tak …

Shalawat Tarhim Pengingat Masa Kecil

Tau Shalawat Tarhim?

Shalawat yang biasanya diperdengarkan sebelum adzan. Di Bandung ada beberapa masjid yang saya pernah dengar masih memperdengarkan shalawat ini, hingga sekarang.

Saat berkunjung ke kota-kota besar lainnya di Indonesia, seperti Padang, Medan, Palembang di Sumatera. Lalu Pontianak, Balikpapan di Kalimantan, Jogja dan kota-kota lainnya di Jawa, kota-kota lain di Indonesia Timur seperti Ternate, dan pastinya di kota-kota yang ada di Sulawasi Selatan, tak terkecuali Pinrang, masih banyak yang memutar shalawat ini sebelum memasuki waktu shalat.

Sekitar 10 kilometer arah utara kota Pinrang, adalah Leppangeng, sebuah desa yang tenang dan ramah, desa dimana saya berasal. Di desa inilah dulu semasa kecil kuping saya akrab dengan shalawat ini. Dari sebuah mushollah yang berjarak sekitar 50 meter dari rumah. Mushollah Nurul Yaqin. Saat ini telah berubah menjadi masjid, setelah diperluas dan ditingkat menjadi dua lantai.

Masa itu, sepulang sekolah setelah dhuhur dan makan siang, ka…

Its Me... Saat Liburan ke China Januari 2017

Its Me... Pada Hari Raya Idul Fitri 2017