Skip to main content

Jamal, Loe Kira Gampang???

Jamal alias Jaga Malam alias Liputan Malam.
Sepintas (apalagi ada kata liputan) gak ada bedanya dengan liputan harian biasa. Yah udah tentu ada reporternya ada campersnya. Bedanya jamal itu dilakukan malam hari.

Aku kerja di sebuah stasiun tv swasta, yang ada di Jakarta Selatan. Di sini, jamal juga ada. Tim yang jamal dijadwalkan berangkat dari kantor untuk liputan jam 7 malam, dan kembali lagi kekantor sekitar jam 3 atau setengah 4 dinihari besoknya. Tapi kadang-kadang tim jamal bisa berangkat lebih awal. Bisa jam 6 sore, atau bahkan dari jam 5 atau setengah 6 sore. Kenapa bisa begitu, alasan klasiknya gak ada tim lain, sementara agendanya banyak dan penting. Lalu kemana tim siang (jam 1 siang ampe 9 malam)? Jawabannya, tim siang udah ada proyeksi lain.

Gila, sekali lagi gila. Meski udah keluar jauh lebih awal, tetep aja baliknya dinihari. Kadang keluar lebih awal juga gak taunya yang diliput gak dinaikin. Giliran naik, gak taunya baru bisa lakuin wawancara di tempat yang dimaksud, setelah nunggu ampe basi. Contoh : Kemarin malam, aku harus ninggalin kantor jam 6 sore menuju Polres Jakpus, gak taunya baru bisa diliput (saksi ledakan di menara batavia) jam setengah 12 malam. GILA. Sia-sia banget berangkat pagi-pagi. (kalo masuk malam, berangkat sekitar jam 6 sore kita sebut pagi).

Trus, Kamis dinihari kemarin, ada sekelompok massa yang menyerang kantor PT Freeport, dan aku beserta tim jamal yang satu lagi gak dapat. Dimakinya, disalahinnya gila-gilaan. Padahal, kejadian itu udah jam 4 subuh. Aku dah dikantor lagi bikin naskah. Dan info tentang hal tersebut aku gak dapat. Trus seenaknya aja nyalahin anak jamal.

Waktu raker, minggu lalu aku dah usulin supaya ada kordinator liputan (korlip) untuk malam, dan tim jamal dibagi dua. Satu mulai jam 7 malam ampe 2 dinihari dan satu lagi jam 00 ampe jam 7 pagi. Tapi usulan ini gak digubris. Katanya gak mau kebobolan berita diatas jam 4 subuh sampai 7 pagi. Dikasi usulan dicuekin, begitu bobol, langsung disalahin. Dan parahnya, anak jamal disuruh jaga ampe jam 7 pagi. Berarti 12 jam 7 malam ke 7 pagi. Mending kalo ada lembur.

Selama ini orang yang jamal sering dianggap mangkir dari kerjaan. Dia sengaja minta jamal supaya bisa santai kerjaannya. Supaya di blok m (tempat anak-anak tv yang jamal nongkrong) bisa tidur. Enak aja, itu salah besar. Kalo gua minta jamal, itu semata-mata karena liburnya yang tiga hari, jadi ada waktu lebih untuk hobi. dan juga sebagai variasi liputan. Gak liputan siang terus.

Orang yang liputan jamal dan gak ada korlipnya, otomatis menjadi korlip buat dirinya sendiri juga. Segala berita yang akan diliput, dicari sendiri. Dan gak sedikit info itu datang dari rekan tv lain via sms. itu kalo dia lagi ada pulsa. Yang utamakan kita yang butuh, jadi kita yang nelpon mereka untuk nanya. jadi gak heran kalo jamal pulsa bisa habis banyak. Belum lagi kalo tim dari kantor dua atau tiga, kitakan harus kordinasi juga via telpon. Sedihnya kantor gak nyedian pulsa, alias pulsa dibeli dari duit pribadi. Giliran gak nelpon, gak dapat info, pulang kosong-kosong (gak dapat berita) dipertanyakan juga.

Anak malam harus melek buat pantau radio (meski gak begitu banyak membantu), dan juga dari teman yang lain. Tidur sama dengan kehilangan sebuah berita. Jadi jangan dipikir orang jamal kerjanya cuma tidur. Dan bisa diliat kan kadang tim jamal bisa bawa berita lebih dari dua. Padahal kalo liputan siang, kadang cuma bawa satu berita, itupun udah diarahkan sama korlip.

Jadi tim liputan yang tugas alias liputan malam, gak gampang. apalagi kalo masih baru, gak kenal ama siapa-siapa. Hampir semua yang diliput saat jamal hasil pantauan sendiri. Memang sekali-kali udah ada agenda dari korlip. Tapi kadang agenda ini begitu diliput, ditolak sama produser, alias gak tayang.

Orang jamal harus sabar, harus nahan kantuk, gak tidur ama keluarga (yang udah nikah), harus relain pulsa demi kantor, gak ada korlip yang arahin, jam kerjanya relatif lebih panjang. Jadi, Loe kira jamal itu Gampang? Cobain aja sendiri kalo gak percaya!

Comments

Popular posts from this blog

Antara Indonesian Idol dan ST 12

Kalo tidak salah, tahun 2008 ini merupakan tahun kelima pelaksanaan Indonesian Idol, yang ditayangkan di RCTI. Namun meski sudah lima kali, namun baru kali kelima ini saya tertarik untuk menyaksikannya. Alasannya mungkin karena ST 12, tapi mungkin juga bukan.

Tahun lalu, saya pernah mendengar dari Hp ponakan ada sebuah lagu, yang mirip dengan gaya lagu Peterpan, saya bahkan mengcopy lagu tersebut, yang ternyata milik group band yang juga berasal dari Bandung, ST 12. Lalu beberapa bulan belakangan, di program Selamat Pagi Trans7 yang saya produseri saat ini, lagu tersebut menjadi momok bagi Bima, seorang anggota tim kreative saya.

Saya dan beberapa teman, seperti Thomas, VJ tim Selamat Pagi, sering menggoda Bima, dengan memutar lagu tersebut, di Komputer saya. Belum lagi Susan, PA Selamat Pagi yang juga menggoda Bima dengan memutar lagu ST 12 menggunakan HP. Bahkan maret lalu, saat kami taping di Makassar, saya dan Susan tak hentinya menggoda Bima dengan lagu ST 12.

Awal april ini, perhel…

Haruskah Ku Melawan Dunia?

Bagaikan lirik sebuah lagu...
Kita adalah hati yang tertindas. Kitalah langkah yang berhenti berjalan. Kitalah mimpi yang tak terwujudkan....

Adalah kisah yang pernah terjadi diantara kita. Berawal dari belasan tahun lalu, kemudian redup kemudian mucul kembali, kemudian redup, muncul lagi, dan terakhir... terang tidak, redup tidak, mati pun tidak. Walau bisa jadi ini hanya terjadi di duniaku, tidak pada duniamu.

Apa yang aku telah lakukan belakangan, bagimu telah cukup bahkan lebih untuk menebus dosa-dosaku padamu dimasa lalu. Namun tetap saja itu tidak akan cukup mengembalikan semua pada posisi dimana dulu kita adalah yang paling segalanya. Sempat memang ada harap. Harap yang kusimpan cukup lama, namun tak pernah juga aku tawarkan, karena aku tau sekarang semua telah berubah dan berbeda.

Apakah layak orang yang pernah pergi, justru menunggu kembali? Sementara yang seharusnya dia tunggu tak lagi berjalan lurus mengarah padanya. Ia yang sangat ingin ditunggu olehku adalah hal yang tak …

Shalawat Tarhim Pengingat Masa Kecil

Tau Shalawat Tarhim?

Shalawat yang biasanya diperdengarkan sebelum adzan. Di Bandung ada beberapa masjid yang saya pernah dengar masih memperdengarkan shalawat ini, hingga sekarang.

Saat berkunjung ke kota-kota besar lainnya di Indonesia, seperti Padang, Medan, Palembang di Sumatera. Lalu Pontianak, Balikpapan di Kalimantan, Jogja dan kota-kota lainnya di Jawa, kota-kota lain di Indonesia Timur seperti Ternate, dan pastinya di kota-kota yang ada di Sulawasi Selatan, tak terkecuali Pinrang, masih banyak yang memutar shalawat ini sebelum memasuki waktu shalat.

Sekitar 10 kilometer arah utara kota Pinrang, adalah Leppangeng, sebuah desa yang tenang dan ramah, desa dimana saya berasal. Di desa inilah dulu semasa kecil kuping saya akrab dengan shalawat ini. Dari sebuah mushollah yang berjarak sekitar 50 meter dari rumah. Mushollah Nurul Yaqin. Saat ini telah berubah menjadi masjid, setelah diperluas dan ditingkat menjadi dua lantai.

Masa itu, sepulang sekolah setelah dhuhur dan makan siang, ka…

Its Me... Saat Liburan ke China Januari 2017

Its Me... Pada Hari Raya Idul Fitri 2017